Selasa, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Walau Awal Puasa Berpotensi Beda, Jangan Sampai Memecah Umat

Minggu, 24 Juli 2011, 19:19 WIB
Komentar : 2
mansurovs.com
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Awal puasa tahun ini kemungkinan tidak bersamaan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Agus Suradika, mengatakan awal puasa Ramadhan berpotensi berbeda.

Menurut Agus, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan metode hisab (penghitungan) telah menetapkan awal puasa 1 Agustus 2011. Adapun pemerintah belum memutuskan kapan memasuki bulan Ramadhan sebab menunggu sidang isbat.

"Ada kemungkinan berbeda. Tapi tidak masalah, sebab jika memang berbeda itu anugerah," ujar Agus dalam pesan singkat yang dikirim, Ahad (23/7).

Agus menjelaskan, bila benar terjadi perbedaan dimulainya waktu puasa antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Pihaknya tidak meminta tidak perlu dibesar-besarkan sebab keduanya memiliki metode penetapan awal bulan yang bisa dipertanggung jawabkan. "Mari kita jalani perbedaan ini dengan lapang dada," katanya.


Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : cr01
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Alasan Menteri Agama Terkait Lahirnya RUU PUB
JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan lima hal yang menjadi bagian dari lahirnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Umat Beragama (PUB). Pertama,...