Ahad, 24 Juli 2011, 19:19 WIB

Walau Awal Puasa Berpotensi Beda, Jangan Sampai Memecah Umat

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: cr01
mansurovs.com
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Awal puasa tahun ini kemungkinan tidak bersamaan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Agus Suradika, mengatakan awal puasa Ramadhan berpotensi berbeda.

Menurut Agus, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan metode hisab (penghitungan) telah menetapkan awal puasa 1 Agustus 2011. Adapun pemerintah belum memutuskan kapan memasuki bulan Ramadhan sebab menunggu sidang isbat.

"Ada kemungkinan berbeda. Tapi tidak masalah, sebab jika memang berbeda itu anugerah," ujar Agus dalam pesan singkat yang dikirim, Ahad (23/7).

Agus menjelaskan, bila benar terjadi perbedaan dimulainya waktu puasa antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Pihaknya tidak meminta tidak perlu dibesar-besarkan sebab keduanya memiliki metode penetapan awal bulan yang bisa dipertanggung jawabkan. "Mari kita jalani perbedaan ini dengan lapang dada," katanya.