29 Ribu Euro Tak Luluhkan Karima untuk Lepaskan Jilbab

Sabtu, 21 Mei 2011, 14:24 WIB
AP
29 Ribu Euro Tak Luluhkan Karima untuk Lepaskan Jilbab
Seorang wanita berjilbab tak dikenal diciduk polisi Prancis di kota Paris, Senin (11/4).

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Karima (25), seorang muslimah yang tinggal di Trappes, Perancis tetap ingin memakai jilbabnya. Jika polisi menyuruhnya melepas jilbab, dia akan melepasnya sebentar. Setelah polisi pergi dan tidak melihatnya lagi, maka ia akan mengenakan jilbabnya kembali.

Namun jika ia tidak berhasil melakukannya, ia lebih memilih untuk tinggal di rumah atau pergi meninggalkan Perancis daripada harus keluar tanpa menggunakan jilbab.

"Saya pernah ditawari untuk melepas jilbab dan akan dihadiahi 29 ribu euro, tapi saya menolak,” ucap Karima yang saat itu sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan  sebelah barat daya Paris.

Sejak 11 April 2011 lalu, Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy mengesahkan undang-undang baru yang melarang muslimah di Perancis untuk menggunakan burqa, jilbab dan sejenisnya. Masyarakat muslim Perancis menganggap ini pukulan berat untuk Islam.

Pemerintah Perancis melarang perempuan memakai jilbab untuk menyembunyikan wajah mereka di tempat umum, bahkan di jalanan. Ia menghukum mereka yang menentang dengan hukuman denda sebesar 150 euro. Bagi mereka yang menyuruh seorang wanita mengenakan jilbab, hukumannya adalah penjara dan denda sebesar 30 ribu euro.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: Qommarria Rostanti
Aku tidak pernah melihat Rasulullah mengusap sesuatu yang ada di Baitullah, kecuali dua pojok Yamani. (HR Muslim)
safi, Jumat, 13 Januari 2012, 23:32

Mang klo pakai burqa masalahnya apa? Mungkin takut karna banyak melakukan pembunuhan diwiliyah timur tengah ya?? Hehee...

Balas
hermawan, Rabu, 10 Agustus 2011, 13:26

mungkin hijab (penutup muka) bukan jilbab.
Karena yang saya tahu yang dilarang adalah penutup muka bukan jilbab.

Balas
Hani, Minggu, 31 Juli 2011, 09:07

Heran aku, eropa ternyata masih primitif dan rasialis, tidak ada kebebasan di sana. Kukira sudah maju eropa itu. Kenapa harus sesuai adat eropa? emang bumi milik mereka apa?

Balas
Husni Abbas, Kamis, 26 Mei 2011, 06:30

Saya belum memahami benar berita ini, karena tdk d jelaskan apakah cadar atau hanya sekedar jilbab... kalo memang jilbab yg d larang d sana maka terkutuklah pemerintahan prancis...

Balas
gusman, Rabu, 25 Mei 2011, 16:43

Kalau orang kurang ilmu berkomentar, lebih banyak dengkinya.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...