Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kasus Safoorah Khan yang Dipecat karena Berhaji Diambil Alih Depkeh AS

Friday, 25 March 2011, 18:13 WIB
Komentar : 0
.
Safoorah Khan
Safoorah Khan

REPUBLIKA.CO.ID, ILLINOIS - Kota Berkeley, Illinois, 15 mil sebelah barat Chicago, cukup kecil untuk menjadi pusat pemberitaan. Penduduknya yang hanya berjumlah 5.245 orang -- Sebagian besar adalah keturunan Afrika dan Hispanik -- inipun terkenal "manis" dan tak macam-macam.  

Namun, kota ini menjadi bahan pemberitaan nasional setelah kasus Safoorah Khan mencuat. Guru matematika ini dipecat dari sekolah tempatnya mengajar karena meninggalkan tugas selama dua pekan lebih untuk berhaji. Menjadi menarik, karena kasusnya kini diambil alih Departemen kehakiman AS. Depkeh menuntut sekolah yang memecat Khan.

Menurut pengacaranya, ia bahagia dalam pekerjaannya, termasuk mempersiapkan siswa kelas enam, ketujuh, dan ke delapan untuk ujian negara, dengan hasil baik. Setelah sembilan bulan bekerja, Khan meminta cuti tiga minggu  dalam rangka melaksanakan ibadah haji.

Mereka menolak permintaan itu. Khan memutuskan untuk melakukan tetap berangkat ke Tanah Suci dan mengajukan pengunduran diri.

Pulang dari Makkah, dia juga mengirimkan surat keluhan kepada Equal Employment Opportunity Commission. Ia menganggap sekolah itu melakukan diskriminasi agama. "Mereka menempatkan dirinya dalam posisi di mana ia tak bisa memilih," kata pengacaranya, Kamran A Memon, dan ini menunjukkan "permusuhan anti-Muslim."

Mantan walikota tidak sependapat. "Distrik sekolah hanya ingin seorang guru di ruangan mengajar siswa," kata Michael A  Esposito. "Mereka tidak peduli apakah ia seorang Yahudi,  Muslim, atau Katolik."

Sekarang Departemen Kehakiman telah mengambil alihkasusnya. Asisten Jaksa Agung untuk Hak-Hak Sipil, Thomas Perez,  menjelaskan bahwa isekolah telah melakukan "intoleransi terhadap masyarakat Muslim" dan bahwa gugatan Khan berusaha untuk meratifikasi  "kebebasan beragama yang dibawa nenek moyang kita  saat datang ke negara ini."

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : national review
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...