Friday, 14 Rajab 1434 / 24 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kasus Safoorah Khan yang Dipecat karena Berhaji Diambil Alih Depkeh AS

Friday, 25 March 2011, 18:13 WIB
Komentar : 0
.
Safoorah Khan
Safoorah Khan

REPUBLIKA.CO.ID, ILLINOIS - Kota Berkeley, Illinois, 15 mil sebelah barat Chicago, cukup kecil untuk menjadi pusat pemberitaan. Penduduknya yang hanya berjumlah 5.245 orang -- Sebagian besar adalah keturunan Afrika dan Hispanik -- inipun terkenal "manis" dan tak macam-macam.  

Namun, kota ini menjadi bahan pemberitaan nasional setelah kasus Safoorah Khan mencuat. Guru matematika ini dipecat dari sekolah tempatnya mengajar karena meninggalkan tugas selama dua pekan lebih untuk berhaji. Menjadi menarik, karena kasusnya kini diambil alih Departemen kehakiman AS. Depkeh menuntut sekolah yang memecat Khan.

Menurut pengacaranya, ia bahagia dalam pekerjaannya, termasuk mempersiapkan siswa kelas enam, ketujuh, dan ke delapan untuk ujian negara, dengan hasil baik. Setelah sembilan bulan bekerja, Khan meminta cuti tiga minggu  dalam rangka melaksanakan ibadah haji.

Mereka menolak permintaan itu. Khan memutuskan untuk melakukan tetap berangkat ke Tanah Suci dan mengajukan pengunduran diri.

Pulang dari Makkah, dia juga mengirimkan surat keluhan kepada Equal Employment Opportunity Commission. Ia menganggap sekolah itu melakukan diskriminasi agama. "Mereka menempatkan dirinya dalam posisi di mana ia tak bisa memilih," kata pengacaranya, Kamran A Memon, dan ini menunjukkan "permusuhan anti-Muslim."

Mantan walikota tidak sependapat. "Distrik sekolah hanya ingin seorang guru di ruangan mengajar siswa," kata Michael A  Esposito. "Mereka tidak peduli apakah ia seorang Yahudi,  Muslim, atau Katolik."

Sekarang Departemen Kehakiman telah mengambil alihkasusnya. Asisten Jaksa Agung untuk Hak-Hak Sipil, Thomas Perez,  menjelaskan bahwa isekolah telah melakukan "intoleransi terhadap masyarakat Muslim" dan bahwa gugatan Khan berusaha untuk meratifikasi  "kebebasan beragama yang dibawa nenek moyang kita  saat datang ke negara ini."

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : national review
8.121 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Wahabi Kafir Sunday, 3 April 2011, 22:54
AS diskriminatif bangat,sok demokrasi,jahat persis diskriminatifnya kaum wahabi salafi terhadap kaum Muslim mazhab lain.
  linardi Tuesday, 29 March 2011, 15:38
satu lagi tindakan tidak demokratis dari negara yang mengaku sebagai pejuang demokrasi di seluruh dunia.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Pamer Alutsista di Kota Kembang
BANDUNG--Peringatan hari jadi Kodam III/Siliwangi yang ke 67, disemarakkan dengan pameran Alutsista yang diselengggarakan  di area lapangan Gasibu Bandung. Kegiatan pameran berlangsung selama...