Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

17 Pelajar Muslim Thailand Dilarang Berjilbab di Sekolah

Kamis, 24 Maret 2011, 02:32 WIB
Komentar : 0
Pelajar berjilbab, ilustrasi
Pelajar berjilbab, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK - Sebanyak 17 pelajar muslim Thailand dilarang mengenakan jilbab di Sekolah Wat Nong Chok yang merupakan wilayah mayoritas Muslim di Bangkok. Alasannya, karena sekolah tersebut lokasinya berada di kompleks Budha, ujar pejabat setempat, Selasa (22/3).

Namun pemimpin Islam di Bangkok mengatakan undang-undang Thailand melindungi hak warganya yang Muslim untuk mengenakan jilbab, dan rutinitas Muslim mengenakan jilbab di Masjid dan sekolah dan dimanapun ia berada.

Pelarangan tersebut memicu reaksi mayoritas Muslim yang berada di wilayah tersebut. "Mereka mengatakan jika pelajar muslim ingin belajar (di SMU), mereka dapat memakai jilbab, walaupun siswa telah dipakai mereka untuk pembibitan dan sekolah. Mereka mengatakan bahwa siswa harus mengundurkan diri jika mereka ingin belajar di sekolah," tutur sophee Worasawasdi, guru di Sekolah Islam.

Pejabat sekolah Wat Nong Chok menolak berkomentar terkait pelarangan tersebut. Namun ditegaskan pihak sekolah bahwa pelarangan mengenakan jilbab bagi pelajar perempuan Muslim hanya kesalahpahaman semata.

Sementara beberapa siswa Muslim Thailand tidak berpikir bahwa masalah tersebut bukan masalah besar. Sementara yang lainnya berpendapat berbeda bahwa tidak dapat kembali ke sekolah

Menurut seragam Sekolah Wat Nong Chok, perempuan Muslim tidak diperbolehkan mengenakan syal (kerudung atau jilbab) saat berseragam sekolah. Kementerian Pendidikan Thailand mengeluarkan kebijakan berupa tujuh jenis seragam sekolah, termasuk diantaranya untuk pelajar Muslim.

Sementara pihak sekolah telah mengetahui kebijakan tersebut. Dan memaknai kebijakan tersebut sebagai bentuk kebijakan yang diberikan kepada sekolah. Artinya peraturan kementerian Pendidikan Thailand hanya rujukan, dan semuanya dikembalikan kepada sekolah.

 

Redaktur : Johar Arif
Sumber : channelnewsasia.com
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Toni Rabu, 4 Mei 2011, 23:27
Islam memang agama rahmatan lil'alamin, rahmat Allah s.w.t. untuk alam semesta. Sudah lama di Thailand itu keliatan busuknya, terhadap Islam sangat menekan, sama seperti agama lain terhadap Islam, sangat menekan.
  reni Jumat, 25 Maret 2011, 15:38
jng nyerah ISLAM harus di perjuangkan,,,ALLAHU AKBAR
  keminter Kamis, 24 Maret 2011, 16:09
Nailul Amang, kalau ngomong pake ilmu jg asal nylemong, ingat klo anda seorang muslim perkataan anda akan dipertanggung jwbkan dihadapan Allah. lihat bantahan Dr. Ahmad Zain MA. di youtube atas fatwa Qurusy Shihab yg sesat & menyesatkan, lihat jg ceramah Dr. Daud Rasyid MA. di youtub biar ga jahil.
  john Kamis, 24 Maret 2011, 13:59
Semoga umat muslim di luar lebih di hargai seperti ,muslim di Indonesia menghargai Agama Agama yang lain seperti :Agama Kristen,Agama Katolik, Agama Budha ,Agama Hindu dll.Akhirnya kita semua tahu belangnya kan??? bagaimana tabiat aslinya Agama Agama di luar Islam......
  putut as Kamis, 24 Maret 2011, 12:39
dari jaman Rasullullah memang selalu begitu..maka trus berjuang, bertahan. insya Allah pasti ada jalan keluar yang diberikan oleh ALLAH...

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...