60 % Warga Australia Takut terhadap Imigran Muslim

Selasa, 01 Maret 2011, 05:00 WIB
60 % Warga Australia Takut terhadap Imigran Muslim
Muslim di Australia

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE - Hampir 60 persen pemilih Australia mengaku khawatir tentang imigrasi Muslim. Demikian opini yang terekam dalam survey yang dilaporkan Senin (28/2). Tetapi, 65 persen percaya bahwa para imigran
seharusnya tidak mendapatkan diskriminasi terkait agamanya.

Jajak pendapat The Essential Research itu dilakukan sekitar minggu lalu, yang oleh banyak responden imigran Muslim dianggap sebagai isu politik yang penting. Menurut Daily Mail, jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa banyak dari responden memberikan perhatian, yang mendasarkan alasan mereka terhadap informasi yang tidak akurat.

Mayoritas jajak pendapat tersebut, 61 persen, percaya bahwa beberapa politisi mengangkat isu terkait agama dan ras hanya untuk mendongkrak perolehan suaranya. Hanya 27 persen mengatakan para politisi tersebut benar-benar memberikan perhatian terhadap masa depan Australia.

Selain itu juga ditemukan bahwa banyak dari warga Australia melebih-lebihkan mengenai populasi Muslim di Asutralia, dimana sebagian dari mereka memberikan perhatian. Sejumlah besar pemilih, 57 persen mengatakan multikulturalisme adalah hal yang positif bagi Australia, sementara 29 persen melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang benar-benar negatif.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Daily Mail/Newkerala.com
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Manusia disuruh agar akhir masa mereka adalah di Baitullah. Hanya saja beliau memberi keringanan terhadap orang yang sedang haid."(HR Bukhari)
umar hasan, Minggu, 20 Maret 2011, 05:43

Ya .suka-suka Australia lah berkomentar. Urus aja negara sendiri. titik. Hidup aussie

Balas
dodong, Selasa, 15 Maret 2011, 08:05

negeri yng dibangun penjahat2 makmur selalu tujuan para imigran2yng termarginal dinegeri sendiri.

Balas
wien, Kamis, 3 Maret 2011, 10:26

kalau beritanya muslim di australia ditindas bolehlah kita panas.. kalau beritanya bahwa mereka takut harusnya buat introspeksi juga buat kita yang seharusnya pihak lain merasa terayomi dengan kita sebagai rahmatan lil alamin.. bukannya malah jadi ketakutan dengan kehadiran kita.

Balas
hans, Rabu, 2 Maret 2011, 09:46

warga australia takut terhadap imigran muslim..suatu pertanda mreka ragu dg agamanya sendiri...karna mreka tau bahwa kebenaran & keselamatan dunia akhirat yg hakiki hanya ada pada islam..islam dilatih untuk bertanggung jawab atas perbuatannya bukan ditebus dg hostia & anggur ataupun minyak yg dikatakan suci..hehehe

Balas
Toni, Selasa, 1 Maret 2011, 22:23

Bagaimana masyarakat putih Australia bisa bilang begitu? sedangkan mereka juga imigran dari eropah yg datang ke Australia untuk mengambil hasil tambang mas bumi itu. White Australia have Black History in Australia.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...