Kamis, 06 Januari 2011, 16:10 WIB

Iran Tahan Misionaris Kristen

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah Iran telah menahan salah satu anggota misionaris di provinsi Tehran. Usai penahanan tersebut, Iran berjanji akan menahan lebih dari yang ia lakukan. Demikian disampaikan Gubernur provinsi setempat, Morteza Tamaddon seperti dikutip dari Kantor Berita Iran IRNA, Selasa (4/1).

Morteza Tamaddon mengatakan, "pemimpin dari gerakan telah ditahan di provinsi Tehran dan akan lebih banyak lagi yang akan ditahan di masa mendatang." Kendati demikian, ia enggan mengungkapkan siapa identitas misionaris Kristen tersebut. Sehingga saat ini masih belum diketahui apakah misionaris tersebut merupakan orang asing, Iran atau kombinasi dari keduanya.

Ia juga tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan gerakan misionaris Kristen, yang ia sebut "menyimpang" dan "korup." Ia menyebut mereka sebagai 'tabshiri' atau misionaris, dan mereka terhubungkan dengan Talliban. "Sama seperti Taliban...yang memiliki kepentingan terhadap Islam, seperti parasit, mereka juga merancang gerakan dengan dukungan dari Inggris atas nama Kristen," tutur Tamaddon.

"Berbagai jenis sekte palsu, menyimpang dan korup telah mempertajam gigi untuk kepercayaannya dan salah satunya dapat dilihat dari aktivitas mereka di kalangan orang muda," ujarnya seraya menambahkan label misionaris Kristen sebagai contoh dari "gempuran budaya" terhadap Iran.

Kristen adalah salah satu agama yang diakui di Iran. Namun di bawah hukum negara yang berbasis syariah, secara tegas menolak atau memurtadkan muslim, karena bakal dipidana dengan ancaman hukuman mati. Bagaimanapun juga, beberapa umat kristen telah dipenjara dalam beberapa tahun belakangan ini.

Media-media Iran juga sebelumnya telah memberitakan bahwa warga setempat menolak 'rumah yang difungsikan menjadi gereja' di wilayah yang di dominasi muslim Syiah Iran. Kristen, Yahudi dan Zoroaster yang merupakan minoritas bebas untuk melakukan ibadah. Tetapi, mereka tidak diizinkan memaksakan seseorang untuk menganut agama lain dan para perempuan dari agama tersebut harus benar-benar memperhatikan pakaiannya, seperti busana Muslim, yang wajib dikenakan di depan umum.

loading...