Wow, Pemerintah Cina Bakal Dirikan Masjid Di Seluruh Provinsi

Friday, 10 December 2010, 18:00 WIB
China.org.cn
Wow, Pemerintah Cina Bakal Dirikan Masjid Di Seluruh Provinsi
Masjid Niujie

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING--Berita menggembirakan datang dari Cina. Pemerintah Komunis Cina berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, kata mereka, sebagai wujud nyata memenuhi tuntutan  20 juta warga Muslim.

Menurut seorang pejabat senior State Administration for Religious Affairs (SARA), sebelumnya warga Muslim Cina terkonsentrasi di daerah tertentu. Namun seiring kemajuan ekonomi dan kebutuhan mencari pekerjaan dan mata pencaharian, mereka menyebar ke seantero Cina.

Sejumlah besar Muslim bermigrasi ke kota-kota sejak tahun 1978 yang mengarah ke permintaan untuk sarana ibadah, terutama masjid. "Mereka juga membutuhkan tanah pemakaman khusus," kata Wakil Direktur Departemen Islam SARA, Ma Jin, seperti dikutip China Daily milik pemerintah.

Pada tahun 2008, sekitar tiga juta Muslim, atau lebih dari 10 persen dari total populasi Muslim negara itu, telah bermigrasi. Menurut Laporan Tahunan Religions China  tahun 2009, mereka berpindah dari daerah pedesaan di provinsi tradisional Muslim di bagian barat ke kota-kota pesisir. Lebih dari 75 persen dari migran Muslim meninggalkan kampung halaman mereka dengan harapan memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Cina memiliki populasi sekitar 20 juta Muslim yang sebagian besar berada di dua wilayah, Xinjiang dan Gansu. Komunitas Hui Muslim yang populasinya berjumlah 10 juta orang ada di kota Linxia, Gansu, dan 10 juta lainnya yang merupakan Muslim Uighur asal Turki berada di propinsi Xinjiang.

Beberapa provinsi pesisir, khususnya tiga besar dari segi populasi Muslim migran, Guangdong, Zhejiang dan Fujian, tidak siap untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan sarana ibadah. Guangzhou, ibukota provinsi Guangdong, hanya memiliki empat masjid untuk melayani sekitar 9.800 warga Muslim permanen dan lain 25 ribu hingga 40 ribu warga Muslim pendatang.

Pembangunan masjid terakhir, dengan kapasitas sekitar 5.000 orang dan terletak di dekat makam Muslim Sages telah selesai tepat di depan lokasi Asian Games yang dibuka pada awal November di Guangzhou.

Ma mengatakan beberapa Muslim melakukan ibadah mereka di luar masjid terutama pada saat shalat Jumat,  menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tak hanya itu,  hal ini kerap menimbulkan kesalahpahaman antara Muslim dan orang lain.

Yiwu, sebuah kota di provinsi Zhejiang terkenal dengan perdagangan komoditas kecil tiap tahun didatangi penduduk sementara  5.000 orang dari Timur Tengah. "Ini telah mengubah bangunan pabrik menjadi  masjid sementara untuk kaum Muslimin," kata Ma.

Dia mengatakan bahwa pemerintah di semua tingkat telah mengalokasikan setidaknya  11 juta dolar AS untuk membangun masjid baru dan memperbaiki yang bobrok selama 10 tahun terakhir.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: China Daily
Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda : Ada dua buah Surga yang terbuat dari perak beserta isi kandungannya, dan dua buah Surga yang terbuat dari emas beserta isi kandungannya. Penghalang ahli Surga untuk memandang Rabb mereka hanyalah hijab Keagungan pada Wajah-Nya di Surga Adn. (HR. Bukhari, Muslim)
helmi, Monday, 13 December 2010, 10:01

memang sudah seharusnya cina mengizinkan umat islam membangun masjid

Balas
hans, Saturday, 11 December 2010, 19:10

wah ham di cina lebih terjamin dr pd eropa yg punya agama...

Balas
ajidhakim, Saturday, 11 December 2010, 13:44

tidk akan kiamat kecuali islam jaya seperti zaman nabi dan sahabat

Balas
rudy, Friday, 10 December 2010, 16:57

Alhamdulillaah.... hidayah telah diberikan kpd mereka..

Balas
chowel, Friday, 10 December 2010, 13:10

Dunia memang penuh ironi. Neg2 Eropa yg paling vokal teriak demokrasi dan kebebasan ternyata justru tidak demokratis dan tidak respek thdkebebasan umat Islam utk mendirikan tempat ibadah. China yg sering dicap tdk demokratis justru membuktikan sebaliknya. Neg2 eropa & orang eropa lebih tepat dicap sebagai neg hipokrit.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...