Antijilbab, Seorang Dokter Dijatuhi Sanksi

Jumat, 26 November 2010, 15:13 WIB
articel.wn.com
Antijilbab, Seorang Dokter Dijatuhi Sanksi
Muslimat berjilbab

REPUBLIKA.CO.ID, FRANKFURT--Badan kesehatan Jerman menjatuhkan sanksi kepada seorang dokter yang antijilbab. Dokter itu di ruang praktiknya menggantungkan tulisan yang menyeru agar Muslimat yang menjadi pasien melepas jilbabnya.

Keberadaan papan pengumuman 'aneh' sempat ramai diberitakan media-media Jerman pada September lalu. Saat itu, muncul buku anti-Muslim yang laris manis dijual di Jerman. Buku itu menyebut komunitas Muslim enggan mengadopsi nilai-nilai budaya Jerman, termasuk enggan berbicara dalam bahasa Jerman.

Juru bicara badan pengawas praktik dokter di Frankfurt, Cornelia Kur, mengungkapkan bahwa dokter itu mendapatkan catatan khusus hingga lima tahun mendatang. Pencantuman catatan khusus itu, dinilainya, merupakan sanksi terberat di antara sanksi yang ringan.

Sanksi ini dijatuhkan karena sang dokter dianggap melanggar tugasnya untuk mengobati semua pasien tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau asal keturunan. Meski dokter yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada komunitas Muslim, dia tetap dijatuhi sanksi.

Redaktur: irf
Sumber: Deutsche Presse Agentur
Nabi saw bertemu dengan suatu kafilah di Rauha', beliau bertanya: Siapa rombongan ini? Mereka berkata: Siapa engkau? Beliau menjawab: "Rasulullah." Kemudian seorang perempuan mengangkat anak kecil seraya bertanya: Apakah yang ini boleh berhaji? Beliau bersabda: Ya boleh, dan untukmu pahala." (HR Muslim)
Abdul. Mukhaimin, Jumat, 26 November 2010, 10:34

iya , saya secara pribadi mengatakan setuju pada pemecatan seorang dokter tersebut yang dimaksut.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...