Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sorry, Anda Harus Melepas Jilbab Jika Ingin Masuk Arena Ice Skating

Kamis, 25 November 2010, 23:14 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, VERNON--Seorang wanita Muslim di Vernon, Connecticut, Amerika Serikat, mendapatkan perlakuan diskriminatif ketika hendak masuk ke areal permainan ice skating dalam ruangan (indoor). Wanita yang hendak menghadiri undangan pesta ulang tahun di tempat itu diminta untuk melepaskan jilbabnya jika hendak masuk ke area permainan.

Marison Rodriguez-Colon dan saudara iparnya ingin menghadiri pesta ulang tahun keponakannya di arena bermain ice skating bernama Ron-A-Roll itu pada Ahad lalu. Namun saat hendak masuk ke dalam arena, dia dihentikan dan diminta untuk melepas jilbabnya dengan alasan aturan di tempat bermain itu melarang dikenakannya penutup kepala.

Manajer arena ice skating itu meminta agar Rodriguez-Colon melepas jilbab dan menggantikannya dengan helm untuk bermain ice skating. Kontan, permintaan itu ditolak oleh dia dengan alasan kebijakan itu diskriminatif terhadap Muslimah yang mengenakan jilbab. ''Kami tidak bisa masuk ke tempat itu karena kami memilih untuk tidak melepas jilbab,'' ujar wanita yang telah mengenakan jilbab selama 16 tahun ini.

''Melepas jilbab ini bukanlah pilihan yang tepat. Saya mengenakan jilbab dengan kebanggaan. Saya bangga mengenakannya ke manapun saya pergi,'' tegasnya.

Rodriquez-Colon dan saudara iparnya lantas meninggalkan Ron-A-Roll tanpa sempat menghadiri pesta ulang tahun itu. Seorang manajer arena bermain itu mengatakan, pemilik Ron-A-Roll, Jason Seplowitz, tak mau diminta komentarnya atas kejadian ini. Meskipun tidak membantah adanya kejadian itu, pihak arena permainan itu hanya mengulangi kebijakan yang telah dibuatnya bahwa larangan mengenakan penutup kepala diterapkan untuk kepentingan keselamatan.

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) telah diberitahu oleh saudara ipar Rodriques-Colon atas kejadian tersebut. Direktur CAIR wilayah Connecticut, Monji Dhaouadi, Selasa (23/11) sedang berupaya menengani perselisihan ini. CAIR juga telah mengajukan keluhan kepada Komisi Hak Asasi dan Kesempatan Sipil Connecticut.

Reporter : CTNOW.com
Redaktur : Budi Raharjo
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  faiz Kamis, 25 November 2010, 17:07
ya begitulah kalau islam tdk ada pelindungnya
  haryogianto Kamis, 25 November 2010, 14:34
di indonesia juga masih ada, klo mau poto buat ijasah juga suruh dilepas jilbabnya. gak diekpos aja
  Henny Rozak Kamis, 25 November 2010, 12:50
Orang2 CAIR saya doakan semoga selalu dan berkah Allah Swt.
  arman Kamis, 25 November 2010, 12:50
inilah kondisi umat islam di kalangan umat lain akan terjadi diskriminasi. sedangkan umat lain di daerah islam, kenapa bisa aman ya?
  E. Suarna Kamis, 25 November 2010, 12:50
Sebenarnya klo benar alasan keselamatan kan bisa juga pake jilbab terus pake helm, seperti dilakukan kaum Muslimah di Indonesia kalau naik motor. Memang AS itu negara paling rasis thdp Islam, coba kalau ada kejahatan oleh orang Islam, pasti agama pelakunya disebut, tapi klo pelaku non Islam ngak disebut agama pelakunya