Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masjidil Haram Kini Dikepung Hutan Beton Pencakar Langit

Selasa, 23 November 2010, 12:05 WIB
Komentar : 0
Bangunan pencakar langit di sekitar Masjidil Haram
Bangunan pencakar langit di sekitar Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH--Makkah terus berbenah. Perubahan fisik yang terjadi di kota suci itu terasa begitu cepatnya. Tengok saja kondisi di sekitar Masjidil Haram saat ini. Begitu banyak gedung-gedung jangkung yang mengelilingi Masjidil Haram. Dan kini, Masjidil Haram pun seperti dikepung oleh hutan beton yang menjulang ke langit.

Pembangunan seperti dikebut di sana untuk mengantisipasi kian banyaknya jamaah, baik haji atau umroh, yang datang ke Makkah setiap tahunnya. Untuk jamaah haji yang baru saja usai, diperkirakan sebanyak 2,5 juta orang mengikuti ritual suci tersebut.

Kota Makkah terletak di sebuah lembah sehingga Ka'bah bisa dilihat dari bukit-bukit di sekitarnya. Sekarang dengan adanya Mecca Royal Clock Tower yang berketinggian 601 meter yang dibangun dari balik bukit, ikut membantu jamaah untuk menyaksikan Makkah dari kejauhan.

Gedung-gedung pencakar langit yang seakan berdesakan di sekitar Masjidil Haram itu mengingatkan pada kondisi bangunan di Manhattan, Amerika Serikat. Jamaah bisa jadi dibuat terheran-heran dengan pesatnya pembangunan gedung-gedung tersebut. Bahkan bisa jadi, jamaah juga dibuat bingung mencari jalan menuju Masjidil Haram dan ketika kembali ke penginapan.
 
Apalagi, di sekitar Masjidil Haram begitu banyak terdapat hotel bintang lima yang dilengkapi berbagai mal. Bangunan-bangunan itu juga disesaki berbagai papan reklame. ''Gedung-gedung pencakar langit ini mestinya jangan dibangun di dekat Masjidil Haram,'' ujar jamaah haji asal Pakistan, Aqil Malik. ''Ini membuat sulit untuk mencapai Masjidil Haram. Di sekitar Masjidil Haram mestinya dibiarkan ruang terbuka.''

Daerah sekitar Masjidil Haram telah diperluas dengan rencana pembangunan berskala besar untuk meningkatkan kapasitas masjid. Masjidil Haram sekarang dan ke depan akan jauh berbeda dengan kondisi di masa lalu. Lima puluh tahun lalu misalnya, Ka'bah tampak begitu sederhana dengan dikelilingi bangunan-bangunan tua.

Masjidil Haram rencananya akan terus dikembangkan sehingga kelak mampu menampung sekitar 700 ribu jamaah yang tersebar di beberapa lantai. Plaza atau ruang terbuka di sekitar Masjidil Haram juga akan diperluas. Pembangunan perluasan Masjidil Haram itu tampak sedang dikerjakan setelah turunnya perintah dari Raja Abdullah.

Reporter : Middle East Online
Redaktur : Budi Raharjo
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sensasi Motor Mini di Monas
AKARTA -- Monas dipadati wisatawan pada musim libur Lebaran. Hal ini menjadi berkah bagi para pedagang yang biasa beroperasi disana. Salah satunya Andre,...