Kamis, 26 Safar 1436 / 18 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kritik Larangan Cadar, Wanita Prancis Demo Kenakan Cadar dan Celana Mini

Selasa, 05 Oktober 2010, 22:22 WIB
Komentar : 0
Al Arabiya
Dua Wanita Prancis menentang larangan pemakaian cadar dengan berjalan di jalanan kota Paris sambil mengenakan cadar dan celana mini
Dua Wanita Prancis menentang larangan pemakaian cadar dengan berjalan di jalanan kota Paris sambil mengenakan cadar dan celana mini

REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI--Dua wanita Prancis membuat film tentang diri mereka sendiri yang sedang berjalan di jalan-jalan di kota Paris. Namun mereka tak sekadar berjalan santai sambil membuang waktu. Mereka ingin mengungkapkan penolakannya terhadap UU yang melarang digunakannya pakaian konservatif keagamaan seperti larangan mengenakan cadar.

Lihat saja gambar kedua wanita itu. Mereka berjalan dengan mengenakan jilbab dan cadar hitam. Namun karena mereka bermaksud memprotes larangan yang baru disahkan itu, keduanya dengan kontroversial mengenakan celana mini sehingga memperlihatkan kaki panjang mereka.

Dalam tulisan yang dimuat situs Rue 89, ilmu politik dan komunikasi, kedua wanita yang ternyata masih pelajar itu sengaja mengenakan pakaian nyleneh itu untuk mengritik sambil bercanda, UU yang melarang pemakaian cadar bagi Muslimah. ''Kita bertanya pada diri sendiri, bagaimana pemerintah bereaksi ketika berhadapan dengan wanita yang mengenakan cadar atau burka dan celana mini?'' tanyanya.

Salah seorang wanita itu ternyata Muslim. ''Kami tak bermaksud menyerang atau melecehkan citra kaum Muslim, tapi hanya mempertanyakan sikap politikus yang mensahkan larangan ini karena kami yakin ini jelas tidak sesuai dengan konstitusi,'' tulis mereka.

Parlemen Prancis telah mensahkan UU yang melarang pemakaian cadar atau burka di tempat umum. Setelah berlakunya UU ini maka setiap wanita yang melanggarnya akan dikenakan denda 150 euro atau diwaajibkan mengikuti kursus kewarganegaraan. Sementara pria yang memaksa wanita mengenakan cadar akan didenda 30 ribu euro dan dipenjara selama setahun.

Reporter : Al Arabiya
Redaktur : Budi Raharjo
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...