Presiden Jerman: Adalah Kewajiban Saya untuk Melindungi Muslim

Senin, 04 Oktober 2010 18:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BREMEN--Presiden Jerman, Christian Wulff menyerukan bangsanya untuk bekerja sama mengintegrasikan empat juta Muslim di negara itu. Ia menyatakan bahwa Islam adalah 'sekarang bagian dari Jerman'.

Berbicara dari utara kota Bremen pada peringatan 20 reunifikasi, ia menyebut isu itu dalam bagian utama pidatonya. Pidato Wulff kali ini berfokus pada tantangan di depan dan perlunya mengokohkan kembali bersatunya kembali Jerman.

Secara khusus, ia berbicara tentang kesulitan mengintegrasikan penduduk Muslim yang besar. "Dua puluh tahun setelah reunifikasi, kita berdiri dalam tugas besar untuk menemukan solidaritas baru di Jerman yang merupakan bagian dari dunia yang cepat berubah " katanya. Sama seperti agama lain, kata dia, maka Muslim adalah bagian dari Jerman yang mempunyai hak dan kewajiban sama.

"Kekristenan adalah satu bagian saja dari Jerman. Yudaisme adalah satu bagian saja dari Jerman. Ini adalah sejarah kita Yahudi-Kristen ... tapi sekarang Islam adalah juga merupakan bagian dari Jerman," tambahnya.

Menurutnya, adalah kewajibannya kini untuk turut melindungi kaum Muslim yang menjadi bagian warga Jerman. "Ketika Muslim Jerman menulis kepada saya untuk mengatakan 'Anda presiden kita', maka saya membalas dengan segenap hati saya 'ya, tentu saja saya presiden Anda'," katanya.

Jerman memiliki empat juta Muslim di antara 82 juta penduduknya dan masalah integrasi mereka telah menjadi berita utama selama berbulan-bulan.

Seorang anggota bank sentral Jerman, Thilo Sarrazin, memicu kemarahan ketika ia mengatakan negara itu sedang dibuat 'lebih bodoh' oleh imigran Muslim yang berpendidikan rendah dan tidak produktif. Tak lama kemudian, ia dipaksa mengundurkan diri.

Wulff menyerukan toleransi lebih dari Jerman sangat diperlukan. Ia juga bersikeras bahwa imigran juga telah menunjukkan upaya nyata untuk berintegrasi. "Mereka yang tinggal di Jerman harus mematuhi konstitusi negara dan jalan hidup, termasuk belajar bahasa," katanya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: AP/Spiegel


5583 reads

edwar suranto, Senin, 18 Oktober 2010, 17:42

sesama mahkluk ciptaan Allah SWT mestinya sama hidup didunia ini ga ada diskriminasi

Balas
Uzumaki, Kamis, 7 Oktober 2010, 22:16

serius gak nihh, apa Cari muka doankk...

Balas
yusuf qordowi, Kamis, 7 Oktober 2010, 16:53

PAK WULFF...INI BUKAN SANDIWARA KAN ?

Balas
Umi Latifah, Selasa, 5 Oktober 2010, 21:01

smoga Indonesia memiliki Presiden seperti ini. Entah kapan?

Balas
Irfan Fakih, Selasa, 5 Oktober 2010, 21:01

ITU BARU PEMIMPIN (PRESIDEN). KAPAN YA KITA MEMILIKI SOSOK PEMIMPIN SEPERTI CHRISTIAN WULFF? padahal dia Non Muslim loh.

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda