Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gereja Evangelis yang akan Bakar Alquran Dianggap Kelompok Pinggiran

Kamis, 09 September 2010, 23:03 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Gereja evangelis pimpinan Pendeta Terry Jones yang berniat membakar Alquran pada peringatan tragedi 11 September pada Sabtu lusa dianggap sebagai kelompok pinggiran yang terkucil dan jauh dari arus masyarakat utama di Amerika Serikat.

"Kami harap dunia akan menghargai bahwa ini adalah tindakan satu kelompok yang sangat kecil dan tak mewakili pandangan Amerika Serikat atau orang Amerika secara keseluruhan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Philip Crowley, Rabu (8/9) waktu setempat.

Komentar Crowley dikeluarkan sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengecam rencana itu sebagai tindakan tercela dan menunjuk kepada pengutukan luas terhadap rencana tersebut yang datang dari berbagai unsur masyarakat AS sendiri.

Gedung Putih dan Panglima NATO dan AS di Afghanistan Jenderal David Petraeus telah memperingatkan bahwa pembakaran kitab suci umat Muslim itu hanya akan memberi alasan bagi pejuang Taliban untuk mencari dukungan menyerang dan
membahayakan tentara AS.

Namun gereja kecil tersebut, Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, telah berikrar akan memperingati sembilan tahun serangan 11 September pada Sabtu, dengan membakar sebanyak 100 salinan Alquran.

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar