Game Anti-Islam di Austria, Tembaki Muadzin dan Menara Masjid

Sabtu, 04 September 2010, 00:53 WIB
Aljazeera
Game Anti-Islam di Austria, Tembaki Muadzin dan Menara Masjid
Game anti-Islam di Austria

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sebuah partai ekstrim kanan di Austria memicu kemarahan umat Islam. Partai yang tampaknya anti toleransi beragama itu membuat sebuah game online anti-Islam hanya untuk kepentingan menghadapi pemilu.

Dalam permainan yang diberi nama 'Moschee Baba' atau 'Bye-bye (selamat tinggal) Masjid' itu, pemain diharuskan menembak jatuh muadzin atau menara masjid dalam waktu 60 detik untuk mengumpulkan poin. Game yang dibuat oleh Partai Kebebasan (FPOe) itu digunakan untuk kampanye mendukung Gerhard Kurzmann, calon anggota parlemen dari daerah Styria.

''Game Over. Styria sekarang penuh dengan menara dan masjid!''  ujar Kurzman provokatif di akhir permainan game tersebut, sambil meminta pemain untuk memilih dirinya pada tanggal 26 September 2010 dalam pemilu lokal.

Situs ini kemudian mengajak pemirsa untuk ambil bagian dalam survei yang mempertanyakan apakah pembangunan menara dan masjid harus dilarang di Austria. Survei itu juga mengajukan pertanyaan apakah umat Islam harus menandatangani pernyataan bahwa hukum negara harus diutamakan dari Alquran.

Game itu tampaknya sengaja dibuat untuk memprovokasi umat Islam dan akhirnya mencuri perhatian publik. Austria Press Agency melaporkan, di Styria tidak ada masjid dengan menara seperti digambarkan dalam game tersebut. Di kota itu, sekitar 1,6 persen penduduknya adalah Muslim dan hanya ada empat bangunan masjid.

Anas Schakfeh, pemimpin komunitas Islam Austria, mengritik game tersebut yang dinilainya tanpa perasaan dan tak bisa dimengerti. ''Ini benar-benar kebencian terhadap agama dan xenophobia di luar batas,'' katanya kepada ORF Austria.

Austria Sosial Demokrat dan Partai Hijau telah bergabung dengan komunitas Islam untuk mengutuk game tersebut. ''The FPOe menargetkan menara yang sebenarnya tidak pernah ada,'' kecam Werner Kogler, kandidat dari Partai Hijau di Styria.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Aljazeera
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Janganlah melempar Jumrah hingga matahari terbit." (HR Muslim)
Enny, Jumat, 8 Oktober 2010, 18:03

Seharusnya mereka lain Agama harus saling menghormati.

Balas
romdoni, Sabtu, 25 September 2010, 16:56

ini bukti yang toleran adalah islam, kalau mayoritas islam di suatu negara pasti agama lain aman kalau gak buat ulah, tp ketika islam minoritas maka akan di musuhi terus menerus

Balas
munawir, Rabu, 22 September 2010, 16:31

mereka org - org penakut yang takut. shg tidak bisa berfikir. ketakutan dengan apa yang ia perbuat sendiri.

Balas
Henny Rozak, Minggu, 5 September 2010, 02:21

Yah gampang saja koq ,ummat Islam tinggal melakukan hal yang sama terhadap agama silibis, koq repot2 amat?

Balas
Al mutaqim, Minggu, 5 September 2010, 02:21

WAA ITU NAMANYA PEMIKIRAN BODOH DAN ITU GAK BISA DITOLERANSI. INGAT!! WASPADALAH ANDA DALAM POSISI TARGET ANCAMAN YANG BISA MEMBUAT ANDA KETAKUTAN (JIN PENGINTAI)

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...