Alhamdulillah, Restoran Halal di Perancis Meningkat

Rabu, 01 September 2010, 21:26 WIB
USA TODAY
Alhamdulillah, Restoran Halal di Perancis Meningkat
Quick, restoran cepat saji di Prancis yang menyajikan burger halal.
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS--Sentimentil terhadap Islam tidak menghalangi sebuah restoran cepat saji di Prancis untuk melabeli usahanya sebagai restoran halal. Bahkan proyek yang dinilai kontroversial itu terbukti sukses.  Ironisnya, sejumlah politisi Perancis malah kebakaran jenggot dengan mengatakan keberadaan restoran halal membuat warga nonmuslim Prancis kehilangan hak untuk menikmati burger.

Di Belgia, cabang restoran itu telah mengumumkan akan melayani daging halal dan bersetifikat. Dengan pengumuman itu, jumlah restoran berlabel halal dari jaringan waralaba tersebut menjadi 22 cabang.

Quick, demikian nama restoran itu, merupakan perpanjangan McDonalds, restoran cepat saji asal AS. Keduanya begitu populer dikalangan imigran Perancis yang kebanyakan muslim.

"Berdasarkan hasil pengamatan di bulan Februari, kami memutuskan untuk tetap memberikan layanan halal pada delapan restoran uji coba dan memperpanjangnya hingga 1 September," ungkap chief executive, Quick, Jacques-Edouard Charret, kepada Al arabiya, Selasa (31/8).

Charret mengatakan 10 dari 22 cabang restoran yang berlabel halal tersebar di kawasan Paris, termasuk beberapa di daerah pinggiran bagian utara dan timur ibukota Perancis tersebut. Bila dijumlah, restoran Quick berlabel halal yang ada di Perancis sekitar 6 persen dari keseluruhan cabang. Meski berlabel halal, Quick juga menyiapkan produk non halal yang disediakan bagi warga non muslim Perancis.

Sebagai informasi, Perancis merupakan negara dengan jumlah muslim yang cukup besar. Berdasarkan data terakhir, komunitas muslim di Perancis diperkirakan berjumlah lima hingga enam juta. Sebagian besar dari mereka adalah imigran Afrika.

Dalam perkembangannya, komunitas muslim di Perancis acap kali menerima perlakuan diskriminasi dari pemerintah. Terakhir, komunitas muslim negara itu menerima tekanan berupa larangan pengenaan burka bagi perempuan muslim.


Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Agung Sasongko
Hadis riwayat Ali ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
ZULKARNAIN, Kamis, 2 September 2010, 18:22

ALLAHUAKBAR.......SEMOGA SEMUA NEGARA EROPA JUGA SEPERTI PRANCIS...AMIN.....

Balas
Jiih, Kamis, 2 September 2010, 17:35

Daging Nya Daging Apaan Tuh ? Sembelih Nya Baca Bismillah... Kagak Tuh ? Klau Kagak Baca Bismillah... Sama Juga Boong.

Balas
adrianto, Rabu, 1 September 2010, 20:18

semoga tambah sukses retsoran2 spt Quick ini

Balas
Aisha, Rabu, 1 September 2010, 19:14

"sejumlah politisi Perancis malah kebakaran jenggot dengan mengatakan keberadaan restoran halal membuat warga nonmuslim Prancis kehilangan hak untuk menikmati burger."
tidak masuk akal, emangnya nonmuslim gak boleh makan yg halal?

Balas
Junaidi, Rabu, 1 September 2010, 19:08

Sumhanallah... Walhamdulillah... Walailahaillallahuallahuakbar...!!!

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...