Muslim Amerika Diizinkan Sholat di Dekat Lokasi 11 September di Pentagon

Kamis, 19 Agustus 2010, 22:23 WIB
Muslim Amerika Diizinkan Sholat di Dekat Lokasi 11 September di Pentagon
Pentagon usai ditabrak pesawat

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Di saat perdebatan rencana pembangunan masjid di dekat lokasi ground zero kian sengit, di Pentagon, pegawai Muslim justru bebas menjalankan sholat lima waktu di dekat sisi gedung itu yang ditabrak pesawat saat peristiwa kelabu 11 September 2001.

Sejak bertahun-tahun, karyawan Muslim sholat di Kapel Pentagon yang dibangun khusus untuk mengenang kematian 184 orang pegawai Pentagon dalam insiden 11 September. Kapel itu dibangun pada November 2002. Kapel itu digunakan untuk kebaktian umat Protestan atau Katolik. Selain digunakan untuk sholat, kalangan Yahudi, Hindu, Mormon, dan Episkopal.

Para pejabat Pentagon mengatakan bahwa tidak seorangpun di militer atau keluarga korban serangan 11 September yang pernah protes pemakaian kapel itu untuk sholat. Padahal lokasinya hanya 80 kaki dari sisi bangunan yang dihantan pesawat jet yang dibajak. ''Kapel itu untuk memberikan bantuan dan dukungan bagi agama, spiritual dan kebutuhan moral semua anggota dan karyawan,'' kata juru bicara Angkatan Darat, George Wright.

Kapel itu memiliki sekitar 80 kursi. Setiap pekan, sekitar 300-400 karyawan menggunakannya untuk kebaktian. Selama ini, penggunaan kapel itu untuk sholat tak dipersoalkan lantaran bentuk bangunannya lebih mirip ruang konferensi dari tempat ibadah dengan dinding abu-abu dan karpet merah dan tirai. Jendelanya terbuat dari kaca patri dengan gambar elang dan bendera Amerika untuk mengingatkan pada para korban peristiwa September.

Dalam ruangan itu tidak ada patung atau simbol-simbol agama yang jelas, kecuali air suci Katolik yang terletak di pintu, Alkitab di bawah setiap kursi, dan tanpa hiasan di depan mimbar. Wright mengatakan, karyawan Muslim dapat menggunakannya untuk sholat lima waktu. Bahkan untuk sholat Jumat, jamaah dipimpin oleh seorang imam dari sebuah masjid lokal.

Abraham Scott, yang istrinya, Janice, adalah seorang pegawai sipil Angkatan Darat yang ikut tewas di Pentagon pada 11 September, mengatakan menentang pembangunan masjid di dekat lokasi ground zero. Namun dia dapat menerima jika umat Islam sholat di Kapel Pentagon itu. ''Ini bukan masjid yang dibangun khusus untuk umat Islam,'' katanya. ''Ini adalah fasilitas di mana umat Islam dapat pergi dan sholat.''

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: AP
Dari Abu Hurairah RA, menerangkan bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
Rustam, Jumat, 3 September 2010, 17:48

Kawan, kalo ini sebuah strategi menjatuhkan Islam kita memang harus waspada ...

Balas
Toni, Senin, 30 Agustus 2010, 16:39

@ Puryadi, gak ada itu yg namanya mahzab wahabi, yg ada salafussaleh, penamaan wahabi adalah karena ketidak sukaan umat islam sebelumnya yg senang dgn bid'ah, kemudian ada mujadid Abdulwahab yg mencoba mengembalikan islam kepada Al qur'an dan sunah, lalu diistilahkan sebagai mahzab ke 5, wahabi tidak radikal.

Balas
Toni, Senin, 30 Agustus 2010, 16:39

Kebenaran pasti akan terungkap bahwa yahudi lah yg merencanakan peristiwa 911, bukti sudah banyak mengarah kesana, tapi di-tutup2i oleh yahudi, contohnya dari 3000 yahudi yg kerja disana, hari itu hanya 1 orang yahudi yg masuk kerja dan akhirnya mati, sehari sblmnya hp nya mati, jadi tidak terima sms peringatan.

Balas
puryadi hadisuyono, Minggu, 29 Agustus 2010, 06:42

menurut saya itulah konspirasi Zionis dengan Wahabi yang radikal, dengan menabrakkan Pesawat ke WTC tapi seantero gedung telah dipasang bom standar ledak tinggi, kalo pesawat doang gedung tak akan runtuh dalam beberapa menit, karena orang Amrik kalo mbangun gedung tak main-main

Balas
dina, Kamis, 19 Agustus 2010, 22:12

Kok masih ada juga yang percaya pelaku teroris itu umat muslim ya?
kayak belum pernah tahu kejanggalan di kejadian 11 september itu...

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...