Obama Jelaskan Posisinya Soal Masjid Ground Zero

Selasa, 17 Agustus 2010, 03:39 WIB
AP
Obama Jelaskan Posisinya Soal Masjid Ground Zero
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON--Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bahwa tanggapannya terhadap rencana pembangunan pusat pertemuan masyarakat Islam dan masjid di dekat Ground Zero, bukanlah sebuah penilaian. Ia menegaskan,  ia tidak menanggapi apakah rencana itu bijaksana atau tidak. Melainkan, memberikan masukan yang berpijak pada dasar hukum kebebasan beragama.

Gedung 13 tingkat yang akan dibangun oleh kelompok pengusaha pengembang swasta itu rencananya akan dibangun di sebuah lahan pribadi sekitar  dua blok dari lokasi bekas menara kembar World Trade Center di New York, yang hancur akibat serangan 11 September 2001. Izin untuk pembangunnya sudah didapat, meskipun dalam setiap tahap prosedurnya ditentang oleh banyak pihak. Baik itu di tingkat politik maupun di tingkat akar rumput. Selama berminggu-minggu isu ini terus memanas, dan ketika Presiden Obama angkat bicara, kontroversi semakin menjadi.

Dalam buka bersama memperingati  Ramadan di Gedung Putih, Jumat pekan lalu, Presiden Obama mengatakan komentar pribadinya soal masjid itu, yang dianggap mendukung, sehingga menuai pro kontra di negaranya.  "Saya mengerti bahwa masalah ini sangat emosional.  Ground Zero adalah tanah sakral. Tetapi sebagai warga negara dan Presiden, saya percaya bahwa umat Muslim seperti semua orang di negeri ini memiliki hak untuk menjalankan agamanya," ujarnya, saat itu. "Ini termasuk hak untuk membangun tempat ibadah di tengah Manhattan, sesuai dengan hukum dan ketentuan lokal."

Disebutkannya, inilah visi  para pendiri bangsa. "Ini adalah Amerika dan komitmen kita terhadap kebebasan beragama tidak boleh goyah."

Obama mengingatkan bahwa semua pihak tetap harus menghormati korban yang jatuh di Ground Zero serta tim penyelamat yang telah berjuang di sana, selain itu  bahwa kelompok teroris Alqaidah telah membunuh banyak umat Islam termasuk dalam serangan terhadap World Trade Center.

Meski begitu, pernyataannya  menuai kritik tajam dari perhimpunan keluarga korban. Debra Burlingame,  jurubicara perhimpunan itu mengatakan Barack Obama telah mengabaikan Amerika, yang sembilan tahun lalu jantung hatinya telah dirobek oleh tindakan brutal 9/11.

Politisi Republik pun mendapatkan amunisi untuk menyerang Obama. "Ini sekali lagi menunjukkan bahwa Obama sama sekali tidak mengabaikan apa yang diinginkan oleh orang Amerika. Sama persis, dengan imam di masjid yang tidak mau tahu tentang orang lain.  Obama sudah  sama sekali kehilangan hubunganya dengan rakyat, dan untuk seorang presiden ini bahaya sekali," kata politisi Rick Santorum kepada media konservatif  Fox News.

Yang tak dikatakan oleh Santorum adalah bahwa pendapat rakyat Amerika memang terbelah soal isu kortroversial ini. Sebuah jajak pendapat mencatat, 64 persen warga menilai bahwa pembangunan mesjid di dekat Ground Zero itu salah. Tetapi, dalam jajak pendapat yang disebutkan, 61 persen responden menilai bahwa kelompok itu memiliki hak untuk membangun sebuah pusat kegiatan dan mesjid di sana.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Deutche Welle
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat gunung (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman): Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa. (QS Al-Baqarah [2]:63)
aris, Minggu, 16 Januari 2011, 14:44

katanya amerika negara demokratis yang demokrat,,, cenah,,
prove it,,!!! let the mosque stand there, be a democrat!!

Balas
darkangel, Senin, 30 Agustus 2010, 19:20

apa hebatnya menojolkan agama??,sejarah membuktikan agama sebagai kedok perilaku sifat seperti artisisme yg menyebabkan kehancuran peperangan,

Balas
Toni, Rabu, 18 Agustus 2010, 15:14

Bukti sebenarnya sudah menunjukankan bahwa ini rekayasa yahudi untuk menyudutkan Islam, kenapa rakyat amerika tidak berfikir bahwa hanya 1 orang yahudi yg jadi korban 911, karena sehari sebelumnya HP orang tersebut mati, kaum yahudi disana men-sms seluruh orang yahudi yg bekerja disana agar tidak kerja pada hari 911.

Balas
lala, Rabu, 18 Agustus 2010, 15:12

Jangan Menghakimi Apapun & Siapapun, dengan ucapan yang seakan2 pendapat qta paling benar, Positif Berfikir dan menjaga Tutur Kata, itu baru Damai & Indah, krna Tuhan yg Maha Kuasa yg akan membalas segalanya dengan Sempurna, lebih Baik masing-masing dari Qta bertobat tanpa menambahkan dosa lagi, yg qta sudah koleksi.

Balas
muhammad suud, Rabu, 18 Agustus 2010, 05:02

.....NEGARA AS WAJIB MELINDUNGI HAK-HAK BERAGAMA, TERMASUK ISLAM. APA YANG DILAKUKAN OBAMA SUNGGUH MENUNJUKKAN JIWA BESAR SEORANG PEMIMPIN.
.....ISLAM ITU DAMAI DAN INDAH, TIDAK ADA ALASAN UNTUK PHOBIA.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...