Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Umumkan Buku yang Hina Nabi, Situs Surat Kabar Mesir Diserang Hacker

Kamis, 05 Agustus 2010, 22:34 WIB
Komentar : 0
Alarabiya.net
Pesan hacker yang ditulis dalam situs surat kabar
Pesan hacker yang ditulis dalam situs surat kabar

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Surat Kabar Mesir versi online dibobol setelah berencana menampilkan buku online berjudul "The Trial of Prophet Muhammad" pada laman depan surat kabar tersebut. Alasan hacker, isi buku yang mengkritik Rasulullah Muhammad SAW secara kasar dan bernada menghina. Serangan itu terjadi, Ahad lalu.

Kritik yang dipaparkan berupa kisah hubungan Rasulullah SAW dengan beberapa perempuan dan mengapa Rasul menggunakan pedang ketika menghadapi musuhnya. Penghinaan ini kontan membuat seorang yang membobol situs itu dan meninggalkan secarik pesan bagi sang penulis buku Anis al-Degheidi berisi tudingan bahwa surat kabar itu mempromosikan buku yang cenderung murtad dan menghasut.

Hacker yang belum diketahui identitasnya ini juga menyampaikan tuduhan kepada Gereja Kristen Koptik yang diduga sebagai pihak yang banyak menyerang dan menghina muslim. Si hacker juga menuliskan 10 pertanyaan dan jawab ihwal doktrin kristen.

Sebelumnya, rencana peluncuran buku karya Degheidi sempat menimbulkan reaksi keras dari kalangan agamawan di Mesir termasuk didalamnya Dewan Cendikiawan Muslim di Universitas Al-Azhar. Dewan itu bahkan telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk setiap buku-buku yang diterbitkan dengan isi bernada menghina terhadap Nabi SAW.

"Bagaimana mereka meluncurkan buku yang menghina Rasul, sementara bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Hal ini merupakan kejahatan yang tidak termaafkan. Bahkan permintaan maaf pun tidak bisa memperbaiki itu," tutur salah seorang anggota Dewan Cendikiawan.

Dewan cendikiawan juga menuntut wartawan surat kabar tersebut untuk memberikan pandangan mereka tentang masalah ini. Tuntutan itu berlanjut dengan meminta siapa saja yang bertanggung jawab terhadap buku ini untuk segera mengakui perbuatannya. 

Bahkan salah seorang pengacara Mesir, Nabih Al-Wahsh juga telah mengajukan gugatan pemanggilan untuk mencabut lisensi dan melarang beredarnya buku di masyarakat. "Daftar hitam harus dibuat untuk diketahui masyarakat ihwal siapa saja yang terlibat dalam kejahatan yang mengerikan ini," katanya lagi.

Secara terpisah pemimpin redaksi harian tersebut Khaled Salah menyatakan keterkejutannya dengan pristiwa tersebut. Menurut dia, pengumuman buku baru dilaksanakan Jumat depan. Ia pun memastikan bahwa buku-buku yang ada tidak akan ditampilkan dalam laman sebelum mendapat persetujuan dari otoritas Al-Azhar. "Secara pribadi saya keberatan dengan judul buku itu. Tapi buku itu sangat bagus, saya telah membacanya dan tidak ada unsur penghinaan terhadap nabi," ungkapnya kepada Alarabiya, 4 Agustus lalu.

Khaled juga membantah tuduhan bahwa surat kabarnya menerima suntikan dana dari Gereja Koptik di Mesir. Ia bahkan menuduh hacker tersebut sebagai pihak yang menginginkan adanya kerenggangan antara Islam dan Koptik melalui penyebaran kebohongan. "Mereka seperti menambahkan bahan bakar pada api sehingga menimbulkan ketegangan antar sekte. Yang pasti, koptik tidak ada hubungannya dan pelakunya adalah kalangan ekstrimis," kata dia.



Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  dhoni Kamis, 5 Agustus 2010, 22:09
memang kita liat ja siapa yang benar dan salah..... pasti mereka akan meminta ampun diatas bara api neraka jahanam!
  mazjonk Kamis, 5 Agustus 2010, 20:05
orang nama pemred'y aja Khaled "Salah" jadi memang dia salah klw jadi meluncurkan buku yg menghina junjungan nabi kita Muhammad s.a.w.