Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

2050: Separuh Penduduk Rusia Memeluk Islam?

Tuesday, 27 July 2010, 05:57 WIB
Komentar : 0
Muslim di Rusia menunaikan sholat
Muslim di Rusia menunaikan sholat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mungkin judul di atas terlalu berlebihan atau bisa dianggap angan-angan belaka. Apalagi, gerakan Islamophobia masih gencar digaungkan orang-orang Barat dan Eropa. Selain itu, Rusia adalah sebuah bekas negara komunis.

Namun bila menilik pada kondisi dan jumlah umat Islam di Rusia saat ini, jumlahnya sudah mencapai 20 persen dari total populasi yang mencapai 145 juta jiwa. Sedikitnya, 25 juta jiwa penduduk Rusia saat ini beragama Islam. Dengan jumlah itu, Rusia menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di benua Eropa.

Bahkan, kegiatan keagamaan dan semangat umat Islam dalam melaksanakan ibadah tampak begitu semarak. Saat shalat Jumat, jumlah jamaah meluber hingga ke jalan raya. ''Awalnya saya tidak menyangka bila jumlah pemeluk Islam demikian banyak. Namun, kondisi riil di lapangan, prediksi bahwa umat Islam akan menjadi mayoritas di Rusia, tampaknya bukan suatu hal yang mustahil,'' ujar Muhammad Aji Surya, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Rusia dalam artikelnya yang dikirimkan ke Republika.

Tak heran bila saat ini, demografi Rusia mengalami perubahan drastis. Bila dulu umat Islam tak berani menunjukkan jati diri, maka sejak runtuhnya kekuasaan komunis di Rusia, perlahan tapi pasti, umat Islam kembali tampil ke permukaan. Peningkatan yang cukup besar dikarenakan minimnya kelahiran penduduk yang beragama non-Muslim seperti Kristen Ortodoks.

Bagi mereka, punya anak satu sudah cukup. Hal ini disebabkan oleh mahalnya biaya hidup di Rusia. Sementara, pemeluk Islam makin bertambah dengan lahirnya bayi-bayi dan pemeluk Islam. Tak khawatir biaya hidup?  ''Kami percaya, masalah rezeki sudah ada yang mengaturnya,'' ujar seorang Muslim asal Kazan.

Muhammad Salamah, spesialis Asia Tengah dan negara persemakmuran Rusia dalam sebuah seminar tentang Islam di Rusia mengatakan, puluhan pengkaji akademisi di Rusia telah menyimpulkan, berdasarkan perkembangan yang terlihat dari negara-negara Muslim pecahan Uni Soviet ini, maka pada tahun 2050 nanti negara Rusia diprediksikan akan menjadi bagian dari negara Islam.

Perkembangan itu secara signifikan terjadi di Rusia. Dia merujuk pada populasi jumlah Muslim di Rusia yang kini mencapai 25 juta jiwa. Para cendikiawan gereja Ortodoks yang berada di negeri itu pun dikabarkan merasa khawatir, melihat perkembangan Islam yang begitu pesat. Mereka bahkan menyebut Islam sebagai agama yang mengancam eksistensi agama mereka di sana.

Salamah kemudian menambahkan, sejak 20 tahun lalu dirinya terus mengamati perkembangan Islam di Rusia. Semenjak Muslim di sana berada di bawah pemerintahan yang komunis dan mengalami masa-masa pengekangan, seperti dilarangnya membawa mushaf Al Qur'an, masjid-masjid di tutup, hingga akhirnya sekarang, Muslim Rusia telah mendapatkan hak-hak mereka dengan baik. Dan Islam pun kini menjadi agama kedua di negeri itu.

Salamah kemudian bercerita tentang upayanya menyebarkan Islam, ia mendirikan sebuah Universitas Islam di Moskow, dan mengajarkan tentang apa itu agama Islam, termasuk kepada para politisi senior negeri itu, di antaranya adalah Vladimar Putin, Perdana Menteri Rusia sekarang.

 

 

 

Reporter : Berbagai sumber
Redaktur : Budi Raharjo
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...