
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Di masa lalu, rasialisme lebih banyak dikaitkan dengan warna kulit atau suku. Kini, konsep rasialisme seperti itu tak lagi banyak berlaku. Rasialisme lebih banyak dikaitkan dengan agama. Kelompok Hak Minoritas Dunia mengungkapkan bahwa pengabaian terhadap toleransi beragama merupakan bentuk baru rasialisme.
Dalam ulasan terhadap kebijakan berbagai pemerintahan di dunia, kini menunjukkan bahwa kampanye kontra terorisme dan merjinalisasi ekonomi lebih banyak terkait dengan isu agama, ketimbang isu etnik. "Kelompok yang jadi target rasialisme saat ini adalah lebih karena agama mereka," ujar Mark Lattimer, direktur Kelompok Hak Minoritas Dunia.
Laporan yang dia kemukakan menunjukkan bahwa Muslim terus menjadi korban tindakan rasialis pemerintah di Eropa dan Amerika dalam kampanye kontra terorisme. Pembatasan khusus yang diterapkan di kedua wilayah tersebut umumnya berlaku untuk masyarakat yang berasal dari negara Muslim.
Kampanye nasionalisme di beberapa wilayah di Eropa dan Amerika juga lebih menyasar pada kelompok Muslim. Mereka yang beragama Islam dianggap lemah nasionalismenya, dibanding mereka yang non-Muslim.
Setuju banget sama ryo_va. Densus 88 emang didanai amerika kok. Ketuanya aja katolik. Jijik gue kalo ngeliat densus 88 sok-sok beraksi..
BalasBukan hanya di Eropa / Amerika Umat Islam mengalami Rasialisme ... Indonesia yg Mayoritas Beragama Islam pun mengalami Diskriminasi Rasial oleh Densus 88 ??? Mereka menyebut Muslim Indonesia dengan Teroris ??? Siapa Aktor Teroris Sebenarnya ????
BalasKamu tidak akan disukai mereka selama kamu tidak mengikuti agama mereka.
BalasJadi siapa pendukung HAM sebenarnya kalau melihat berita di atas....
Jadi siapa teroris sesungguhnya kalo lihat di Israel?
setiap orang bisa berbuat sehendak hati, tapi ingat...setiap perbuatan pasti akan di BALAS!!
Balasdi dunia memang hanya ada dua domain, gelap terang, setan malaikat, baik buruk, memang harus meda, ...tak masalah
Balas