
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS--Ketika berusia 17 tahun, Shainez Dib mengumumkan ingin mulai mengenakan jilbab sebagai ekspresi keagamaan yang lebih dalam, semua orang menentang. Tak terkecuali ibunya. Salah satu alasannya, adalah kelangsungan pendidikan Shainez.
Namun gadis itu nekat. Ia mengenakan jilbab ke sekolah. Dan dampaknya, bisa ditebak: ia dikeluarkan dari sekolah itu karena jilbab adalah ilegal di Prancis. Undang-undang yang disahkan pada tahun 2004 melarang semua simbol keagamaan, terutama jilbab, masuk ke ruang publik.
Ia menghabiskan lebih dari setahun untuk mencari sekolah baru dan masuk daftar tunggu sebelum akhirnya ia menemukan Sekolah Reussite, salah satu sekolah Islam swasta pertama di Prancis.
Reussite, yang diterjemahkan menjadi "sukses" pertama dibuka pada tahun 2001 di pinggiran kota yang padat penduduknya di Aubervilliers, sebelah timur laut Paris. Distrik ini biasanya lebih terkait dengan kerusuhan yang meletus di sana di tahun 2005 dibandingkan dengan prestasi.
Dulu, sekolah itu sepi peminat. Namun kini, lebih dari 138 remaja tercatat sebagai siswa di sekolah ini. "Kebanyakan adalah perempuan yang mendaftar secara khusus karena masalah mereka sudah di sekolah negeri terkait dengan pelarangan jilbab," kata Belkhier Okachi, bendahara sekolah.
Diakui oleh negara, sekolah mengikuti kurikulum nasional sama seperti sekolah negeri. Bedanya, kata Patrice Waridel, direktur sekolah, siswa diminta untuk mengambil kelas bahasa Arab serta agama satu jam per minggu. Meskipun shalat berjamaah bukan keharusan, sebagian besar siswa ikut serta selama 15 menit sehari.
Dan kini, sekolah pinggiran itu mulai unjuk gigi. Setiap tahun, sekolah mencapai prestasi akademik yang membanggakan. Berbagai kejuaraan sains berhasil disabet sekolah ini, dan hampir separo lebih siswanya diterima di perguruan tinggi bergengsi. "Kami menunjukkan dengan pedagogi tertentu, kita bisa membawa siswa bahkan yang biasa-biasa saja untuk berhasil di sekolah mereka," katanya, "Jika orang-orang muda itu didukung seperti yang seharusnya, mereka akan berhasil, tanpa harus melihat latar belakang keyakinan mereka."
Aneh juga ya...
1 BalasanNegara yang menjunjung kebebasan malah melarang warganya mengenakan jilbab. Kenapa jilbab dilarang sedangkan free sex dibiarkan...?
Naudzubillah.
dilarang karena menurut mereka jilbab menunjukkan wanita memiliki kehormatan dan itu membedakan free sex dibiarkan karena itu ekspresi kebebasan sebagaimana binatang yang melakukan hal tersebut.
Itulah negara2 barat, demokrasi dipaksakan untuk diterapkan di-negara2 Islam dan negara2 miskin, bukan dinegara mereka.
BalasSelagi pemeluk islam dengan sabar menjalankan syariat yang benar2 sesuai dengan yang diperintahkan Allah, yakinlah Islam semakin di tekan akan semakin berkembang, Allahuakbar...
Balassubhanallah....patut kita contoh, muslimah luar negeri begitu sulit mencari sekolah yang memperbolehkan memakai jilbab, namun di negeri kita banyak sekolah muslim namun kesadaran muslimah untuk berjilbab masih sedikit..allah a'lam bisshowab
BalasKalau di australia, sekolah Islam sangatlah mahal, sehingga anak perempuanku, muslim, memilih sekolah negeri. Sekolahnya murah dan memperbolehkan siswa muslim mengenakan jilbab
Balas