Menkopolhukkam Ajak Negara Islam Bersatu

Menkopolhukkam Ajak Negara Islam Bersatu

Minggu, 20 Desember 2009 08:20 WIB
JAKARTA--Dalam sambutan pembukaan Seminar Internasional bertajuk Upholding The Solidarity and Unity The Islamic World yang digagas Pengurus Besar Nahdatul Ulama Indonesia, Sabtu (18/12), Menkopolhukam, Joko Suyanto, mengajak negara-negara Islam untuk bersatu. "Di masa lalu, saat perkembangan teknologi begitu pesat di sanalah Islam menjadi the golden Age of Islamic historis. Sudah sepatutnya kita membangun kembali peradaban tersebut," ujarnya di hadapan peserta seminar.

Dia menjelaskan, saat ini, sebagai akibat dari perkembangan teknologi, negara-negara  di dunia menghadapi tantangan global termasuk pula dengan umat Islam yang juga menghadapi persoalan yang sama. "Beberapa negara Islam menghadapi masalah internal dan eksternal, keterbelakangan aspek pendidikan dan ekonomi serta kebijakan politik standar ganda, juga perebutan kekuasaan yang dapat melemahkan negara Islam itu sendiri," paparnya.

Akibat dari hal itu, kata Joko, terjadilah ketidakadilan dan menimbulkan ideologi kekerasan. Meski begitu, ia meyakini, umat Islam tetap berpotensi membalikkan keadaan. Dengan berbekal modal dasar yang dimiliki umat Islam seperti, jumlah muslim yang mencakup 1/4 dunia penduduk dunia, sumber daya alam terbesar, dan ajaran yang bersumber Ilahi yaitu  Alquran dan hadis, umat Islam mampu berjaya dan bersatu kembali.

Untuk mengapai kembali kejayaan Islam, dia mengharapkan  agar umat Islam melakukan langkah-langkah strategis seperti menjalankan konsep ajaran Islam secara benar di mana Islam memiliki prinsip sebagai agama rahmatan lil alamin. Langkah selanjutnya, kata dia, adalah meningkatkan kerja sama sospolbudhankam di antara negara-negara Muslim, dan mengoptimalkan organisasi Islam di dunia baik dalam negara Islam itu sendiri maupun di tataran internasional.

"Ulama sebagai posisi sentral, diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan sospolbudhankam dan mencarikan solusinya," tegasnya. Dia juga menambahkan, peningkatan solidaritas negara-negara Islam mutlak diperlukan. cr2/irf
Redaktur:


51 reads

A.Hasan, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

setuju banget,berarti sunny tidak berseberangan.

Balas
Arif, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Persatuan Islam hanya bisa lewat sistem Khilafah. Hanya itu jalannya. Bagi ormas Islam yang belum mau menerapkan khilafah Islam hanya karena alasan tidak sesuai Pancasila, segeralah sadar dan bertobat. Masih ada kesempatan untuk berubah pikiran

Balas
joni, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Benar tuh bapak menteri.
Negara ISLAM kaya harus membantu negara ISLAM miskin terutama soal dana (uang).
Ini kok malah uangnya banyak ditanam di negara yg bukan mayoritas ISLAM. Gimana sih ?

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda