2025, Umat Islam Seperempat Penduduk Dunia
Minggu, 20 Desember 2009 03:45 WIB
JAKARTA--Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan, Djoko Suyanto memprediksi pada 2025 nanti, umat islam akan menjadi penduduk mayoritas di dunia. Jumlahnya pun membludak, yakni 30% dari seluruh populasi warga bumi atau seperempat penduduk dunia.
Pernyataan ini dikatakan Djoko dalam sambutannya pada International Conference of Islamic Scholars dibuka pada Sabtu (19/12) ini, di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam Konferensi bertema 'Meningkatkan Solidaritas dan Kesatuan Muslim Dunia' (Upholding Solidarity and Unity in the Moslem World) ini, Djoko meramalkan umat islam akan mengambil peran sentral dalam pengambilan kebijakan dunia.
"Hanya, sayangnya saat ini citra umat Islam identik dengan keterbelakangan,"tutur Djoko. Ia pun mengatakan dalam era globalisasi yang tengah dihadapi sekarang ini, umat Islam seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan seperti millenium pertama dulu.
Menurutnya, kala itu umat Islam dapat meraih puncak kejayaan yang disebut dengan golden age. Ketika itu, katanya, teknologi dan ilmu pengetahuan berhasil menjadi kekuatan umat islam sehingga menjadi pusat peradaban dunia.
Untuk mengembalikan kejayaan Islam, Djoko mengungkap, hendaknya masyarakat muslim menjalankan prinsip demokrasi dalam kehidupannya. Menurutnya, nilai-nilai demokrasi kondusif dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. "Pada abad 21, terdapat 89 negera muslim yang menjalankan sistem demokrasi,"ungkapnya.
Djoko pun mencontohkan Indonesia salah satu negara muslim terbesar yang menjalankan sistem demokrasi dapat lolos dari berbagai krisis dunia. Seperti krisis ekonomi global, konflik antar etnis dan agama. Ini, jelas Djoko karena Indonesia berhasil menerapkan prinsip toleransi diantara penduduknya yang heterogen. c01/kpo
Pernyataan ini dikatakan Djoko dalam sambutannya pada International Conference of Islamic Scholars dibuka pada Sabtu (19/12) ini, di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam Konferensi bertema 'Meningkatkan Solidaritas dan Kesatuan Muslim Dunia' (Upholding Solidarity and Unity in the Moslem World) ini, Djoko meramalkan umat islam akan mengambil peran sentral dalam pengambilan kebijakan dunia.
"Hanya, sayangnya saat ini citra umat Islam identik dengan keterbelakangan,"tutur Djoko. Ia pun mengatakan dalam era globalisasi yang tengah dihadapi sekarang ini, umat Islam seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan seperti millenium pertama dulu.
Menurutnya, kala itu umat Islam dapat meraih puncak kejayaan yang disebut dengan golden age. Ketika itu, katanya, teknologi dan ilmu pengetahuan berhasil menjadi kekuatan umat islam sehingga menjadi pusat peradaban dunia.
Untuk mengembalikan kejayaan Islam, Djoko mengungkap, hendaknya masyarakat muslim menjalankan prinsip demokrasi dalam kehidupannya. Menurutnya, nilai-nilai demokrasi kondusif dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. "Pada abad 21, terdapat 89 negera muslim yang menjalankan sistem demokrasi,"ungkapnya.
Djoko pun mencontohkan Indonesia salah satu negara muslim terbesar yang menjalankan sistem demokrasi dapat lolos dari berbagai krisis dunia. Seperti krisis ekonomi global, konflik antar etnis dan agama. Ini, jelas Djoko karena Indonesia berhasil menerapkan prinsip toleransi diantara penduduknya yang heterogen. c01/kpo
87 reads
Isi Komentar





Hanya dengan menegakkan syariat Islam dalam bingkai Khilafah saja solusi umat saat ini. Tegakkan segera Khilafah... Allahu Akbar3!!!
BalasBuat apa jumlah yang besar, tapi kita masih dirundung kebodohan dan kemiskinan. Yahudi yang minoritas bisa membuat negara2 Arab tetangganya tak berdaya karena kedigdayaan mereka dalam teknologi. Dan persisnya itulah tantangan ummat yang harus kita hadapi, mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.
BalasSemoga jumlah tersebut disertai dengan kualitas sehingga bisa menjadi kekuatan dalam menjalankan ajaran ajaran Islam secara kaffah.
BalasTapi hati-hati jk hanya membanggakan kuantitas, jangan sampai seperti buih di lautan
BalasJangan hanya membanggakan jumlah saja. Bagaimana dengan kualitas kita? contoh kecil saja.Islam menyuruh umatnya agar mencintai ilmu. Tapi sudah menjadi rahasia umum kalo minat baca umat Muslim Indonesia rendah.Siapa yang salah?
Balas