Yahudi Jerman Sesalkan Pelarangan Menara

Sabtu, 05 Desember 2009, 04:44 WIB
Yahudi Jerman Sesalkan Pelarangan Menara
Berita Terkait
BERLIN--Pimpinan Dewan Yahudi Jerman memperingatkan, Rabu (2/12), bahwa keputusan Swiss untuk melarang pembangunan menara masjid adalah sebuah ekspresi keengganan yang mendalam dari masyarakat Eropa terhadap Islam dan akan memperparah integrasi Muslim.

Dewan sekretaris umum, Stephan Kramer, mengatakan bahwa referendum di Swiss Ahad lalu bukanlah sesuatu yang "bisa dimaknai secara halus ataupun ditafsirkan ulang."

"Dengan kepastian relatif, tidak ada satu pun negara (di Eropa) yang tidak memiliki ketakutan kepada Muslim dan mereka akan mempunyai hasil yang sama dalam referendum yang sama," uja dia.

Kramer mendorong perdebatan yang lebih terbuka tentang bagaimana sebuah referendum mengenai hak-hak dasar seperti itu bisa ditentukan oleh suara mayoritas. Swiss, Jerman, dan yang lain tidak "dilahirkan untuk membenci orang asing atau secara mendasar terhadap Muslim," kata dia, seraya menambahkan, orang Eropa tidak dapat menciptakan suasana saling percaya.

"Mereka yang ingin integrasi bukan asimilasi, dan benar-benar menginginkan hal itu terwujud, harus menciptakan iklim saling menghormati, mengakui dan mepercayai," kata dia.

Ide-ide seperti "kontrak-kontrak integrasi" seperti yang diusulkan oleh komisaris integrasi Jerman bulan lalu, larangan jilbab, dan hal-hal "merendahkan hukum" lainya tidak akan dapat mencapai tujuan ini, katanya. Sebaliknya, mereka adalah "aktivis pengerusak."

"Sementara Muslim dituduh tidak bersedia untuk berintegrasi atau terlibat dalam dialog, sedikit sekali dari masyarakat Eropa yang ramah atau menghormati orang lain," ungkap dia.

"Sebuah iklim saling percaya hanya dapat terjadi jika umat Islam secara alami diberi hak mengekspresikan agama, budaya, dan bahasa mereka. Keanekaragaman budaya mestinya dianggap hal yang bermanfaat dan dapat memperkaya negara kita dan bukan ancaman atau beban," kata Kramer. thelocal/afp/taq
Redaktur:
Dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu bahwa ia menjadikan Baitullah sebelah kirinya dan Mina sebelah kanannya dan melempar Jumrah dengan tujuh batu. Ia berkata: Di sinilah tempat diturunkannya surat al-Baqarah kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Muttafaq Alaihi. (HR Muslim)
Massay, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Negara yang tidak menerima Islam,,Tunggu saja azab dari Allah.......

Balas
achyar, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Yahudi=PENGHIANAT ULUNG...... catat perhatikan setiap langkah mereka...Pake pura2 simpati...

Balas
jasmine, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Masih ada juga orang berpikiran cerdas di Eropa. Sudah saatnya mereka belajar bahwa penekanan yang satu hanya akan melahirkan penekanan lain. Semoga bukan sekedar lips service.

Balas
Akong, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Kesalahan Amerika dan Eropa adalah mempropagandakan kejelekan-kejelekan Islam, malah memerangi Islam. Karena sifat dasar manusia adalah pengen tahu, orang banyak yang ingin belajar ttng Islam, apakah betul propaganda tsb. Akhirnya seperti yang terjadi di Eropa sana, banyak yang masuk Islam.

Balas
Abu Jundullah, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Bukti bahwa tidak semua Yahudi itu jahat dan mau menang sendiri. Musuh bersama umat beragama adalah kejahatan, kebejatan moral, korupsi, diskriminasi. Umat beragama yang paling baik adalah umat yang paling banyak melaksanakan kebaikan di dunia ini.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...