Satu Wanita Menerima Dakwah Gaddafi
Sabtu, 21 November 2009 02:01 WIB
ROMA--Salah seorang dari 200 wanita muda yang hadir dalam undangan "pesta dakwah Islam" Gaddafi akhir pekan lalu, "menerima" ajakan dari pemimpin Libya tersebut. Demikian seperti dilaporkan harian Italia Corriere della Sera, Rabu (18/11) lalu.
Wanita 27 tahun yang bernama Alda Ribeiro itu mengatakan, pertemuannya dengan presiden Libya yang eksentrik itu telah "mengubah" dirinya. "Dulu, Islam bagi saya sangat menakutkan, namun sekarang saya tertarik dengan Islam," kata Alda.
"Dulu, bagi saya, Islam selalu dikaitkan dengan konsep penindasan terhadap perempuan. Pada malam-malam lain ada rasa ketakutan kami terhadap Islam bahwa nasib kaum perempuan akan berakhir di Harem," kata gadis sarjana asal Portugal yang mampu berbicara dalam lima bahasa asing ini.
Alda, sebagaimana wanita lainnya yang diundang ke acara tersebut, direkrut dari sebuah perusahaan Hostessweb, sebuah lembaga di Roma yang menyediakan perempuan untuk acara-acara perusahaan. Gadis-gadis ini sama sekali tidak melakukan kerja seksual, tapi murni melayani tamu.
Alda mengaku sejak peristiwa "pesta" di sebuah villa di Roma yang diselenggarakan Gaddafi, dirinya semakin rajin mempelajari ajaran Islam dengan membaca Alquran yang diberikan Gaddafi kepadanya.
"Saya bertanya kepada Gaddafi apa yang dia pikir terkait peranan wanita dan dia menjawab bahwa ia selalu menjadi pendukung hak-hak perempuan. Saya tidak mengira jawaban itu, " ungkap dia.
"Karena itulah saya memutuskan untuk menerima undangan Gaddafi. Saya akan pergi ke Libya. Saya ingin memahami, untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri. Baru saya akan memutuskan," tambah dia.
Gaddafi berada di Roma untuk mengikuti konferensi pangan dunia yang diadakan oleh organisasi pangan dunia, FAO. Konferensi ini dimulai Senin (16/11) waktu setempat. Di sela konferensi tersebut, ia mendapatkan momentum untuk menyebarkan ajaran Islam. Gaddafi mengundang para wanita yang menarik berusia di antara 18 dan 35 tahun, dengan tinggi setidaknya 1,70 meter, tidak berpakaian seronok dan tidak memakai rok mini atau pakaian yang berbelah rendah.
Dalam kesempatan itu, Gaddafi mengajak para wanita yang hampir seluruhnya warga Italia untuk masuk Islam. alarabiya.net/taq
Wanita 27 tahun yang bernama Alda Ribeiro itu mengatakan, pertemuannya dengan presiden Libya yang eksentrik itu telah "mengubah" dirinya. "Dulu, Islam bagi saya sangat menakutkan, namun sekarang saya tertarik dengan Islam," kata Alda.
"Dulu, bagi saya, Islam selalu dikaitkan dengan konsep penindasan terhadap perempuan. Pada malam-malam lain ada rasa ketakutan kami terhadap Islam bahwa nasib kaum perempuan akan berakhir di Harem," kata gadis sarjana asal Portugal yang mampu berbicara dalam lima bahasa asing ini.
Alda, sebagaimana wanita lainnya yang diundang ke acara tersebut, direkrut dari sebuah perusahaan Hostessweb, sebuah lembaga di Roma yang menyediakan perempuan untuk acara-acara perusahaan. Gadis-gadis ini sama sekali tidak melakukan kerja seksual, tapi murni melayani tamu.
Alda mengaku sejak peristiwa "pesta" di sebuah villa di Roma yang diselenggarakan Gaddafi, dirinya semakin rajin mempelajari ajaran Islam dengan membaca Alquran yang diberikan Gaddafi kepadanya.
"Saya bertanya kepada Gaddafi apa yang dia pikir terkait peranan wanita dan dia menjawab bahwa ia selalu menjadi pendukung hak-hak perempuan. Saya tidak mengira jawaban itu, " ungkap dia.
"Karena itulah saya memutuskan untuk menerima undangan Gaddafi. Saya akan pergi ke Libya. Saya ingin memahami, untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri. Baru saya akan memutuskan," tambah dia.
Gaddafi berada di Roma untuk mengikuti konferensi pangan dunia yang diadakan oleh organisasi pangan dunia, FAO. Konferensi ini dimulai Senin (16/11) waktu setempat. Di sela konferensi tersebut, ia mendapatkan momentum untuk menyebarkan ajaran Islam. Gaddafi mengundang para wanita yang menarik berusia di antara 18 dan 35 tahun, dengan tinggi setidaknya 1,70 meter, tidak berpakaian seronok dan tidak memakai rok mini atau pakaian yang berbelah rendah.
Dalam kesempatan itu, Gaddafi mengajak para wanita yang hampir seluruhnya warga Italia untuk masuk Islam. alarabiya.net/taq
102 reads
Isi Komentar





Salut, Bapak yg satu ini. Ide cemerlang. 1 dr 200 orng? bayangkan jika yg hadir ribuan.
BalasWah kenyataannya orang kristen juga banyak melanggar SKB menteri... Anda tidak tahu atau tidak baca berita?
BalasSalut buat Qadzdzafi, yang telah menebarkan pesona Islam, walaupun hanya diterima oleh satu orang. Saya berdo'amudah-mudahan hidayah betul-betul masuk kepada Alda Ribeiro. Selamat mempelajari Islam Alda. Semoga tambah menarik.
BalasEmang di Italia ada SKB 3 Menteri?? Emang di Indo ada SKB 3 Menteri jaminan tidak terjadi pemurtadan? Kalo 1 atau lebih tertarik tanpa ada iming2 sembako, uang, bantuan, beasiswa maupun modal kerja...kenapa tidak
BalasSKB 3 mentri kan cuma berlaku di indonesia saja, emang kaddafi itu orang Indoensia sehingga harus patuh pada peraturan Indonesia? dalam dakwahnya kaddafi tidak pernah mengiming2kan materi atau apapun sehingga semuanya berbondong2 masuk islam. tidak ada paksaan dalam beragama. salut buat kadaffi
Balas