Setiap Bulan Ada Orang Belanda Jadi Muallaf

Setiap Bulan Ada Orang Belanda Jadi Muallaf

Sabtu, 14 Maret 2009 04:05 WIB
DEN HAAG--"Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah," demikian dua kalimat syahadat yang diucapkan Stefan Kruger (25), warga Groningen, Belanda, di hadapan ustadz Ludo Jongmas (50) di Mesjid Al-Hikmah, Den Haag.

Sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat, Stefan mengaku bahwa dia tidak dipaksa oleh siapa pun untuk memeluk agama Islam.

"Selain ingin mengetahui Islam lebih jauh lagi, saya juga ingin menikah dengan seorang muslimah asal Indonesia," katanya.

Kalimah syahadah itu, diucapkannya secara terbata-bata hingga harus diulang beberapa kali. Sesekali sang ustadz tersebut bertanya juga kepada jamaah mesjid soal sah tidaknya lafaz syahadat yang diucapkannya itu.

Sebanyak tiga kali, syahadat itu diucapkan hingga akhirnya Stefan alias Safwan (nama Islam-nya) mendapatkan ucapan selamat dan pelukan dari jamaah muslim lainnya di mesjid tersebut.

Menurut Ketua Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME), Aman Sulchan, setiap bulan, ada saja orang Belanda yang menyatakan keinginannya mengucapkan dua kalimah syahadat alias memeluk agama Islam. Mereka ini disebut muallaf.

"Rata-rata, sekali sebulan, ada yang masuk Islam, bahkan lebih dari dua orang," ujar Aman.

Pada umumnya, mereka dilandasi karena ingin menikahi wanita Islam, bahkan ada pula yang benar-benar ingin mempelajari Islam secara mendalam.

Tidak sedikit di antara mereka yang lebih fanatik setelah mendalami ajaran Islam dibandingkan dengan mereka yang sudah memeluk agama ini sejak lahir.

Diperkirakan, jumlah orang Belanda yang masuk Islam setiap tahun mencapai sekitar ratusan orang. Salah seorang bintang sepakbola Belanda, Robin van Persie, juga seorang Muslim.

Menurut Aman, meski saat ini banyak orang yang menghina Islam, khususnya politisi Belanda yang sering mengambil isu Islam dalam kampanye mereka, hal tersebut malah memberikan keuntungan di mana banyak orang-orang yang lebih tertarik untuk mempelajari Islam.

Sejak kasus terbunuhnya Van Coch, kata Aman, jumlah masyarakat Belanda yang masuk Islam, semakin banyak. Van Coch dibunuh oleh warga muslim Belanda asal Maroko, Muhammad Buyeri pada November 2004. Tragedi ini terjadi karena Van Coch telah menghina Islam.

Penghinaan terhadap Islam kembali terjadi, dilakukan Geert Wilders, politisi Belanda yang secara sengaja menghina Islam untuk memperoleh suara terbanyak.

Secara terang-terangan, Wilders mengatakan bahwa Islam adalah bahaya terbesar yang akan mengancam Belanda dan kemanusiaan.

Namun, kata Aman, kondisi seperti ini malah memberikan keuntungan kepada Islam, karena justru sebaliknya, banyak orang-orang Belanda yang berminat mempelajari ajaran ini.

Koordinator Nasional untuk pemberantasan terorisme di Belanda, Tajeb Gostra seperti yang dikutip dari Reuters, mengatakan bahwa di Belanda, banyak anak muda yang cenderung memeluk agama Islam.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang mendorong percepatan jumlah kaum muslimin di negeri Kincir Angin itu.

Di kalangan elite warga ibukota Belanda, katanya, ada sekitar 60 persen tidak meyakini satu pun agama. "Itulah sebabnya, banyak gereja dan yayasan-yayasan agama umat Nasrani tutup atau menjual aset-aset mereka, lantaran kian merosotnya jumlah jamaat mereka," ujarnya.

Sebaliknya, banyak pengamat percaya bahwa saat ini agama Islam sedang menyebar dengan cepat, karena kalangan Muslim sangat respek terhadap ajaran Islam dibandingkan dengan para pemeluk agama lainnya.

Oleh karena itu, tidak heran, bahwa setiap bulan ada saja orang Belanda, atau warga negara lain yang bermukim di sana, menjadi muallaf.ant/Rahma Saiyed/kem
Redaktur:


258 reads

danang, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Allahu akbar

Balas
sumie, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Allahu akbar..Alhamdulillah.
Kbr yg menggembirakan, mudah2an bertambah terus. Kalau dunia ini didominasi orang2Islam, insya Allah rohmatan lil 'alamin.. Dunia menjadi damai

Balas
abu ikrom, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

alhamdulillah, setiap waktu dan di mana pun dan satu atau dua orang masuk islam. Hal ini harus tidak hanya sebatas mengucapkan syahdatain,tetapi yang terpenting adalah pembinaan secara intensif agar mereka yang masuk dapat mengamalkan islam dengan baik.

Balas
Maman Supriatman, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Assalamu alaikum
Saya berpikir Sebaiknya para mualaf itu tidak usah ganti nama justru dengan nama lamanya kita ingin perlihatkan bahwa Islam agama yang diyakini oleh pemeluk atau kepercayaan lain, dan Islam menjadi jalan hidup umat yang asalnya selain Islam.

Balas
dadang, Jumat, 5 Mei 1905, 18:35

Asslkm.
saya sangat senang sekali ada berita muslim di belanda. saya eorang mahasiswa di jogja dan sekarang sedang menulis karya ilmiah tenta muslim belanda. dan data2 yang saya dapatkan sangat susah. terutama tentang perlakuan diskriminasi dalam kehidupan sehari2 warga asli belanda yg muslim dan data jumlah muslim bel

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda