Selasa , 10 Oktober 2017, 17:30 WIB

Esposito: Umat Islam Menolak Terorisme

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
AP
Para pejalan kaki melewati seorang polisi di London Bridge, London, Senin (5/6). Polisi menahan beberapa orang dan melakukan penyelidikan setelah rangkaian serangan diduga sebagai aksi terorisme menewaskan beberapa orang dan melukai lebih dari 40 lainnya di jantung kota London.
Para pejalan kaki melewati seorang polisi di London Bridge, London, Senin (5/6). Polisi menahan beberapa orang dan melakukan penyelidikan setelah rangkaian serangan diduga sebagai aksi terorisme menewaskan beberapa orang dan melukai lebih dari 40 lainnya di jantung kota London.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- John L Esposito (lahir 1940) merupakan profesor pada Georgetown University, AS. Keturunan dari keluarga Katolik ini sempat menjadi biarawan sebelum menempuh pendidikan tinggi di St John University. Pada 1974, dia berhasil meraih gelar doktor dari Temple University.

Esposito, hal ini tidak berarti benturan antar-peradaban (clash of civilizations) terjadi. Situasi pasca-insiden 9/11 diharapkan menjadi momentum untuk membangun saling pengertian yang berujung pada kerja sama dan hidup saling berdampingan.

Dengan tegas, Esposito menegaskan kaum Muslim tidak beda daripada umat Kristen atau publik Barat pada umumnya: menolak terorisme. Untuk itu, dia mengajak publik Barat untuk lebih memahami Islam dan dunia Muslim serta menyingkirkan pelbagai stigma atas agama ini. Tujuannya agar dapat mendeteksi penyebab utama paham terorisme.

Dalam hal kelompok Alqaidah pimpinan Usamah bin Ladin, misalnya, Esposito berupaya menunjukkan adanya sejarah keterlibatan AS dalam penguatan organisasi yang berpusat di Afghanistan itu. Malahan, AS pernah diuntungkan dengan eksistensi Alqaidah sewaktu Uni Soviet masih ada dan berupaya mencaplok Afghanistan.

Esposito menyebut, masa itu Alqaidah melakukan jihad baik dalam perspektif pemerintah AS. Singkatnya, ada tendensi politik di balik penyematan label teroris oleh AS pasca-insiden 9/11 atas kelompok-kelompok Islam tertentu. Karena itulah, Esposito juga mengkritik keras semboyan perang melawan terorisme yang diusung sejak presiden George W Bush lantaran mengokupasi simbolsimbol agama demi memuluskan agenda politik tertentu.