Ahad , 12 Februari 2012, 20:12 WIB

Menelusuri Jejak Islam di Pegunungan Ural (3-habis): Masjid Tua dan Imam Masjid Mantan Atlet Hoki

Red: Miftahul Falah
Foto-foto: M. Zainun Najib
Salah satu masjid tua di Pedalaman Krasnoufimski yang berumur lebih 250 tahun
Salah satu masjid tua di Pedalaman Krasnoufimski yang berumur lebih 250 tahun

Setelah dari Desa Ufa-Shigiri, kami melanjutkan perjalanan ke kota kecil Krasnoufimski. Kami tiba di daerah Krasnoufimski pukul 23.00 waktu setempat. Kami langsung menuju Masjid Jami Krasnoufimski dan memutuskan untuk bermalam disana.

Masjid  Jami Krasnoufimski dapat dibilang cukup besar. Berlantai dua, dengan sebuah ruangan luas sebagai tempat istirahat bagi para tamu, sebuah dapur serta ruang madrasah. Usianya pun sangat tua. Seperti tertulis dalam buku ensiklopedi Islam Ural, masjid yang terletak di pusat Kota Krasnoufimski ini dibangun oleh seorang saudagar bernama Muhammad Hafizov Habibulina pada tahun 1896.

Setelah sholat Shubuh kami beramah tamah dengan pengurus masjid tersebut. Menurut penuturan Imam Masjid Jami Krasnoufimski, Rafael Safin Hazrat (51), desa-desa wilayah Krasnoufimski yang terletak di pedalaman, secara keseluruhan masih memegang budaya dan tradisi Islam. Bukan hanya para orang tua saja, tapi pemudanya pun turut aktif di masjid. Bahkan, mata pelajaran keislaman pun diajarkan di sekolah dasar.

Selanjutnya Rafael Hazrat mengajak kami untuk mengunjungi Desa Bayak. Dalam perjalanan ke desa yang terletak 20 Km dari kota ini, Rafael Hazrat menunjukkan kepada kami beberapa masjid tua dan kuburan muslim yang berumur lebih dari 250 tahun. Hal itu menjadi bukti sejarah Islam di pedalaman Ural.

Kami sampai di Masjid Ust-Bayak (Bayak – nama salah satu tokoh Muslim Tatar). Masjid ini dibangun atas swadaya muslim Desa Bayak. Imam Masjid Ust-Bayak, Rafil Ziyatdinov (47), selalu menekankan kepada jamaahnya untuk bisa menjadi muslim yang mandiri. “Dengan menjadi Muslim yang kuat, orang lain baru bisa menghargai kita,” ceritanya kepada kami.

Rafil Ziyatdinov ialah mantan atlet Hockey. Kepiawaiannya dalam bidang olahraga ini kemudian dimanfaatkannya untuk menggaet hati para pemuda Desa Bayak. Selain mendirikan masjid, Rafil Ziyatdinov beserta jamaahnya juga membangun lapangan hoki es.

Sebenarnya masih banyak masjid yang terdapat di pedalaman pegunungan Ural. Namun, napak tilas kami harus berhenti sampai disini.

Menurut buku sejarah Islam di negara federasi Rusia, Islam masuk ke wilayah Ural pada abad ke-8 dengan dibawa oleh pedagang dari Arab dan Asia Tengah. Dagestan, Chechnya, Bashkortostan dan Tatarstan merupakan negara–negara di federasi Rusia yang menjadi bukti jejak Islam.

Banyak manfaat yang kami ambil dari agenda awal tahun ini. Di antaranya, kami mengetahui bahwa di pedalaman pegunungan Ural, masih terjaga tradisi dan kebudayaan Islam yang sangat tua. Selain itu, kami semakin yakin, bahwa di tengah suatu kaum, pasti Allah mengutus hamba-Nya yang akan menuntun manusia ke jalan-Nya.


M. Zainun Najib
Mahasiswa S2 Ural Federal University
Yekaterinburg, Sverdlovsk Oblast