Kamis , 16 January 2014, 12:22 WIB

Subhanallah, Islam Bangkit di Bosnia

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Joko Sadewo
Reuters
Makam para korban perang Bosnia antara tahun 1992-1995 di dekat kota Srebrenica
Makam para korban perang Bosnia antara tahun 1992-1995 di dekat kota Srebrenica

REPUBLIKA.CO.ID, Agama Islam di Bosnia dan Herzegovina memiliki sejarah kaya dan panjang. Sebagian besar Muslim di Bosnia adalah Muslim Sunni.

Diperkirakan jumlahnya mencapai tiga juta orang. Islam menjadi agama terbesar di Bosnia. Sebanyak 31 persen menganut Orthodoks dan 15 persen menganut Katolik Roma.

Islam pertama kali diperkenalkan di Balkan oleh Sultan Mehmed Sang Penakluk dari Kekaisaran Ottoman pada pertengahan abad 15. Sebagian besar Bosnia berhasil dikuasai Ottoman pada 1463. Sedangkan Herzegovina berhasil ditaklukkan pada 1480an.

Satu abad kemudian banyak suku Slavic memeluk Islam di bawah kepemimpinan Ottoman. Pada awal 1600an, diperkirakan dua pertiga dari populasi Bosnia adalah Muslim.

Bosnia dan Herzegovina tetap menjadi  provinsi di Kekaisaran Ottoman dan memperoleh otonomi setelah pemberontakan Bosnia pada 1831. Setelah 1878, muncul Kongres Berlin di bawah kendali sementara Austria-Hongaria.

Pada 1908, Austria-Hungaria secara resmi menganeksasi wilayah itu. Bosnia dan Albania, adalah satu-satunya bagian dari Kekaisaran Ottoman di Balkan di mana sejumlah besar orang masuk Islam, dan tinggal di sana setelah kemerdekaan.

Bosnia dan Herzegovina pada 1992-1995 merupakan masa kelam bagi Muslim. Mereka mengalami pembersihan etnis yang dilakukan Serbia dan Krosia.

Di seluruh Bosnia, masjid secara sistematis dihancurkan oleh angkatan bersenjata Serbia dan Kroasia. Di antara kerugian yang paling penting adalah dua masjid di Banja Luka, yakni Masjid Arnaudija dan Ferhadija yang berada dalam daftar monumen budaya dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) PBB.

Kini rakyat Bosnia dan Herzegovina bisa menikmati kebebasan beragama. Hal itu dijamin oleh Konstitusi Negara.

Dulu, melihat simbol agama merupakan hal langka di jalanan. Sekarang, sebagian besar perempuan Bosnia mengenakan hijab. Bahkan, Wali Kota Visoko, Amra Babic adalah seorang muslimah yang mengenakan hijab.

Ia adalah wali kota satu-satunya yang mengenakan hijab di seluruh Eropa. Usai perang, banyak Muslim Bosnia yang menerapkan nilai-nilai Islam secara moderat. Sayangnya, masih terdapat diskriminasi dalam dunia kerja bagi muslimah yang mengenakan jilbab .

Kebanyakan Muslim Bosnia mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari Eropa. Banyak anak muda yang mengikuti gaya berpakaian Barat.