Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Al-Ijlia Kembangkan Instrumen Astrolabe

Rabu 31 May 2017 13:30 WIB

Rep: c23/ Red: Agung Sasongko

Astrolabe

Astrolabe

Foto: archaeology.about.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslimah lain yang perannya tercatat dalam sejarah perkembangan peradaban Islam adalah al-Ijlia. Dialah wanita yang berkontribusi dalam membuat dan mengembangkan instrumen astronomi yang disebut astrolabe.

Dengan astrolabe, seseorang dapat mengamati dan memprediksi posisi matahari, bulan, planet, bintang, serta letak bujur dan lintang. Pada peradaban klasik Islam, astrolabe dapat membantu seseorang untuk mengetahui waktu shalat dan arah kiblat.

Al-Ijlia mengembangkan astrolabe ketika dia bekerja di Istana Sayf al-Dawla di Aleppo, Suriah, antara 944-967 M. Kemahirannya membuat instrumen astronomi merupakan bakat yang diturunkan oleh sang ayah yang juga menekuni bidang tersebut.

Sayangnya, keterangan detail tentang al-Ijlia, seperti kapan dia lahir atau kepada siapa dan di mana dia belajar membuat astrolabe belum diketahui secara pasti. Yang jelas, al-Ijlia adalah satu-satunya perempuan yang tercatat dalam sejarah peradaban Islam klasik yang telah mengembangkan instrumen astronomi, yakni astrolabe.

Sejarah peradaban Islam juga mencatat nama Fatima al-Fehri. Siapa dia? Dialah yang membangun Masjid Qarawiyyin di Kota Fez, Maroko, pada 859 M. Masjid tersebut ia bangun menggunakan uang yang diwariskan sang ayah, Mohammed al-Fehri.

Selain dimanfaatkan untuk beribadah, Fatima pun menjadikan masjid ini sebagai lembaga pendidikan umat. Tanpa disangka, lembaga pendidikan yang dirintis Fatima menjadi tujuan belajar para pelajar dari seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka tertarik mempelajari studi Islam, astronomi, bahasa, dan matematika.

Saat ini, Masjid Qarawiyyin masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu masjid tertua di dunia. Lembaga pendidikan yang dirintis Fatima di masjid ini berabad silam pun disebut-sebut sebagai universitas pertama di dunia.

Karena hal itulah, Fatima tercatat sebagai tokoh perempuan yang memberi sumbangsih cukup signifikan dalam peradaban Islam pada masa silam. Berkat inisiatif dan tindakannya, ia telah berkontribusi memajukan pendidikan dan kebudayaan Islam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB