Kamis , 18 Mei 2017, 14:24 WIB

Menyusuri Jejak Soeharto di Masjid Istiqlal Bosnia

Red: Agung Sasongko
Masjid Istiklal Dzamija
Masjid Istiklal Dzamija

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ‘’Orang Bosnia menyebutnya itu Masjid Soeharto atau menyebut Masjid Indonesia,’’ kata Hasan Turki, pemandu tur Himpuh Bakan Klasik ketika sampai di dekat kawasan pusat kota Sarajevo yang menjadi ibu kota Bosnia Herzegofina. Hasan menyebut sebuah bangunan masjid yang punya dua menara dan bangunan terdiri dari tiga lantai yng diarsiteki mendian arsitek Ahamd Nu’man itu.

‘’Masjid dengan nama resmi ‘Masjid Istiqlal’ itu dibangun selama enam tahun dari 1995 -2002. Lokasinya memang dipilih di tengah lembah yang di depannya ada tempat tempat parkir yang luas,’’ katanya seraya menyebutkan luas bangunan masjid itu mencapai 2.500 meter persegi. Sedangkan, data fisik dua menaranya masing-masing diketahui mencapai 48 meter. Dan tinggi bangunan masjidnya mencapai 27 meter.

Dari jauh bangunan masjid  yang menelan pembiayaan sebanyak 2,7 jutadola memang terlihat menonjol karena di Sarajevo tidak banyak berdiri bangunan bertingkat tinggi.  Maka tidak mengherankan bila Masjid Istiqlal ini kemudian menjadi salah satu ikon kota yang sempat menjadi mengalami perang yang berdarah-darah.

‘’Harus diakui memang ada peran Soeharto di situ. Dan seluruh rakyat Bosnia mengetahuinya. Di kala hari libur dan Jumat banyak orang pergi mengunjungi masjid tersebut,’’ ujar Hasan kembali.