Senin , 15 May 2017, 20:15 WIB

Himpuh: Potensi Wisata Muslim Balkan Potensial Dikembangkan

Red: Agung Sasongko
Masjid di Bosnia Herzegovina, ilustrasi
Masjid di Bosnia Herzegovina, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad menegaskan publik Muslim Indonesia perlu mengenal destinasi wisata Balkan yang selama ini belum secara luas diketahui publik. Padahal keberadaan wilayah ini sangat strategis untuk mengetahui secara langsung mengenai peninggalan khazanah Islam di belahan benua Eropa.

“Selama ini publik Muslim Indonesia baru mengenal Turki sebagai tujuan wisata. Namun, mereka belum tahu seperti apa bentuk masyarakat, tatanan sosial kemasyarakatan, hingga khazanah peninggalan Islam yang berada dalam wilayah kekuasaanya yang dulu sempat menguasai setengah benua Eropa itu. Nah, di situlah arti pentingnya wilayah Balkan yang  sempat menjadi jembatan antara peradaban Islam dan Eropa,’’ kata Balukii Ahmad, kepada Republika.co.id, (15/5). 

Baluki mengatakan bila mereka mereka melihat secara langsung seperti apa bentuk negara dan komunitas Muslim yang sampai kini hidup di wilayah itu, maka banyak i’tibar(pelajaran) yang bisa dipetik. Salah satunya adalah mengetahui secara konkrit bagaimana kehidupan umat Muslim di tengah suasana kehidupan sekuler Eropa serta kaitannya secara lansung dengan kehidupan masyarakat bergama Nasrani yang menjadi mayoritas.

‘’Muslim Indonesia akan tahu seperti apa suasananya kehidupan Islam di wilayah itu yang dahulu membentang dari Istambul, Bosnia, Spanyol,  Italia, hingga perbatasan sebelah selatan Prancis. Jadi paket wisata ini sangatlah bermanfaat serta potensial untuk dikembangkan,’’ ujar Baluki.

Pada sisi lain, bila melihat kenyataan langsung seperti apa kehidupan masyarakat Muslim di wilayahnya itu, maka hikmah lain yang bisa diambil adalah publik Indonesia akan memahami seperti apa sih Islamofobia yang kini gencar melanda masyarakat di Barat. Sebab, melalui paket wisata Muslim Balkan ini nantinya akan secara otomatis memperlihatkan berbagai sebab timbunya kesalahpahaman itu. 

Salah satunya adalah tentang kaitan konflik sosial dan perpecahan negara akibat adanya perebutan hegemoni kekuasaan politik serta keagamaan.

‘’Jadi nanti publik akaN tahu seperti apa sih gambaran umat Islam ketika mereka menjadi penguasa peradaban dunia. Selain itu, umat  Islam juga akan tahu seperti apa dunia moderen memberlakukan ajaran Islam di masa kini,’’ tegasnya

Gambaran lainnya, lanjut Baluki, umat Muslim Indonesia juga akan mengetahi seperti apa kehidupan di wilayah Balkan setelah terpecah dalam banyak negara. Mereka akan tahu apa efek perang dan pembunuhan massal terhadap warga Muslim Balkan pascakepemimpinan Presiden Yoseph Broz Tito (7 Mei 1892 - 4 Mei 1980). 

‘’Nah, di situlah Muslim Indonesia akan juga merasakan bagaimana arti penting bantuan yang dahulu merea berikan kepada masyarakat Bosnia. Di  antaranyaa adalah di sana ada sebuah masjid yang megah hasil sumbangan Muslim Indonesia. Masjid itu dinamai sama dengan masjid negara yang ada di Jakarta, Masjid Istiqlal,’’ kata Baluki. 

Ditanya mengenai seberapa besar animo umat Muslim Indonesia terhadapap paket wisata Muslim Balkan, Baluki menyatakan potensinya sangatlah besar. Apalagi selama fakta sudah mengatakan seperempat jamaah umrah asal Indonesia sudah mengikuti paket umrah plus Turki. Angka potensi kunjungannya bisa mencapai 250 ribu orang pertahun.

‘’Dalam tiga tahun terakhir minat orang Indonesia ke Turki sangatlah besar. Penerbangan langsung dari Jakarta ke Istambul dan sebaliknya selalu penuh. Apalagi harga tiketnya tidak terlalu mahal. Jadi, salah dipasarkan dengan baik tujuan wisata ini dari segi bisnis pun sangatlah menjanjikan,’’ kata Baluki.

 

Berita Terkait