Kamis , 08 September 2016, 14:29 WIB

Dakwah Islam di Peru Berkembang Pesat

Red: Agung Sasongko
ihh.org
Muslim Peru saat berdoa usai saat jamaah di sebuah masjid.
Muslim Peru saat berdoa usai saat jamaah di sebuah masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peristiwa 11 September membuat dunia Islam terguncang hebat. Barat serta-merta menuding umat Islam sebagai gerombolan teroris dan menuduh Islam sebagai agama kekerasan. Namun, dengan kekuasaan-Nya, Allah SWT selalu menjaga agama ini.

Tragedi kelam pada 2001 itu justru membuat banyak warga dunia penasaran terhadap Islam, bahkan menumbuhkan keinginan untuk memeluk agama rahmatan lil alamin ini.  Masyarakat Amerika Latin termasuk yang banyak mendapat hidayah pascaperistiwa tersebut.

Pakar Islam Universitas Sao Paolo, Brasil, Paulo Daniel Farah, mengatakan wilayah Amerika Latin mengalami gelombang penguatan Islam pascaperistiwa 11 September. Setiap negara di kawasan Latin mengalami peningkatan jumlah pemeluk Islam secara siginifikan.

Saat ini, terdapat sekitar enam juta Muslim di Amerika Latin. Brasil menjadi negara Latin yang memiliki penduduk Muslim terbesar. Meski demikian, umat Islam di Peru menjadi contoh baik dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim. Dakwah Islam di negara ini berkembang amat pesat.

Jumlah Muslimin di Peru memang masih sekitar lima ribu orang. Angka yang sangat kecil dibandingkan total populasi Peru yang mencapai 29,5 juta jiwa. Agama Katolik mendominasi populasi negara Amerika Selatan tersebut dengan persentase lebih dari 81 persen. Meski demikian, jumlah Muslimin terus berkembang dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Mereka pun hidup nyaman dengan kebebasan agama yang diterapkan pemerintah setempat.

Seperti negeri tetangganya Ekuador, Kolombia, Bolivia, dan Chile, Peru pun banyak dipengaruhi budaya Spanyol. Negeri kaya emas dan perak tersebut merupakan bekas koloni Spanyol yang merdeka atas bantuan Argentina. Namun, dari Spanyol pula Peru mengenal agama Islam.

Sumber : Pusat Data Republika