Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Alquran dan Sains: Alquran dan Penciptaan Alam

Kamis, 07 Juli 2011, 22:06 WIB
Komentar : 0
myquran.com
Ilustrasi

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa alam semesta pada mulanya merupakan satu kesatuan yang mempunyai energi yang sangat besar sekali. Selanjutnya peristiwa alamiah terjadi, dan mengakibatkan alam semesta terpecah dan terbagi-bagi kepada bagian yang sangat banyak, sehingga masing-masing bagian memiliki energi yang lebih kecil dari sebelumnya.

Peristiwa itu diakibatkan ledakan besar yang mengakibatkan terciptanya gugusan galaksi, matahari, bintang-bintang dan satelit. Pasca terjadinya ledakan, energi alam semesta terbagi kepada semua benda dengan sistim yang sangat detail yang memungkinkan alam semesta ini dapat melangsungkan perjalanannya sampai batas waktu yang telah ditentukan (oleh Penciptanya).

Penelitian tentang penciptaan alam semesta ini telah berlangsung lama. Dan yang terbaru adalah penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia, bernama Mike Hope King pada 1994. Dari hasil penelitiannya, ia menegaskan teori ‘kesatuan alam semesta’ yang berasal dari satu kesatuan yang memiliki energi yang sangat besar dan sulit dibayangkan yang dinamakan dengan ‘sadim’.

Masalah penciptaan alam raya ini, sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi sampai sekarang telah menjadi fokus penelitian dan pembahasan para ilmuwan. Mereka bertanya-tanya: Bagaimana alam raya yang maha luas ini tercipta? Dari apa alam raya ini tercipta?

Penelitian yang berkaitan dengan hal ini telah melalui berbagai periode, dimulai dari pendapat individu, tesis, anti-tesis, sintesis, teori sampai tercapainya kebenaran ilmiah yang disepakati semua ilmuwan.

Padahal kalau kita memperhatikan isi kandungan Al-Qur'an, maka kita akan mendapatkan bahwa Al-Qur'an telah mengisyaratkan tentang awal mulanya penciptaan alam semesta dari satu kesatuan padu. Pada surah Al-Anbiya ayat 30, Allah SWT berfirman: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.”

Ungkapan ‘langit’ dan ‘bumi’ merupakan petunjuk yang mewakili semua jagat alam raya ini. Adapun kenapa ‘bumi’ yang disebut, maka hal itu dikarenakan keterikatan kita dengannya dimana kita hidup dan tinggal di atas  permukaan bumi.

Sedangkan penyebutan kata ‘langit, maka hal itu dikarenakan kedekatan kita dengan langit yang menjadi obyek penglihatan kita, sekaligus sebagai sumber hujan yang bermanfaat untuk menumbuhkan berbagai tumbuhan yang kita butuhkan dan juga sebagai makanan binatang ternak kita.

Ungkapan ‘padu’ atau dalam bahasa arabnya disebut ritqun, hal itu menunjukkan satu kesatuan yang sempurna dan padat. Sedangkan ungkapan ‘pisah’ atau dalam bahasa arabnya disebut ‘fatqun’, maka hal itu menunjukkan pecahnya satu kesatuan itu, yang diakibatkan satu ledakan dahsyat yang mengandung energi yang sangat besar dan menyebabkan terciptaanya gugusan-gugusan yang memiliki energi dan bentuk yang lebih kecil.

Ayat di atas menjelaskan kepada kita, akan pentingnya penelitian ilmiah dalam upaya menemukan ‘teori’ paling benar tentang penciptaan alam semesta -tempat manusia hidup, seolah-olah ia menyaksikannya saat peristiwa penciptaan alam semesta ini terjadi. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam ayat ini dengan mengatakan: “Tidakkah orang-orang kafir itu mengetahui?”

Ledakan dahsyat yang terjadi, tentunya secara nyata tidak dapat disaksikan oleh manusia, namun dengan bantuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), sedikitnya ia dapat membayangkan kejadian sesungguhnya dimana ia seolah-olah berada saat kejadian itu terjadi.

Redaktur : cr01
Sumber : Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Al-Qur'an dan Sunnah
10.439 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Bingung Selasa, 19 Juli 2011, 15:09
Saya baca QS 41:11 malah jelas-jelas menyebutkan bumi dulu dibuat, baru langit disempurnakan. Padahal kalo konsisten dengan big bang, bumi baru terbentuk ketika langit sudah stabil (terbentuk) duluan
  genesis Senin, 18 Juli 2011, 10:41
jgn asal tafsir dnk...
  Kejadian Jumat, 15 Juli 2011, 12:12
Dapatkah atau. Adakah dalil Quran yang menggambarkan (tdk harus akurat) umur semesta ini dan bagaimana menyikapi teori Darwin dan manusia purba?
  bari jr. Kamis, 14 Juli 2011, 17:04
Jika kita ingat tentang atom, maka kita tidak melihat Al-Quran itu bertentangan. Bahwa atom itu mengandung proton, neutron dan elektron. Semua menyatu dengan padu. Nah, asap/gas = kumpulan dari atom tertentu (contoh gas hidrogen). Jadi, siapa yang berlogika fatal?
  Kejadian Kamis, 14 Juli 2011, 00:16
Kejadian ledakan benda langit (big bang), tsunami terjadi setelah masa penciptaan selesai. Ini adalah proses penyempurnaan agar layak ditempati manusia.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...