Beruntung atau Merugikah Kita di Mata Allah?

Monday, 08 August 2011, 14:33 WIB
.
Beruntung atau Merugikah Kita di Mata Allah?
Demi Waktu. Ilustrasi

Oleh: Dr A Riawan Amin MSc

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS al-Ashr: 1-3).

Ayat di atas adalah peringatan Allah kepada kita semua bahwa manusia dapat menjadi makhluk yang sangat merugi akibat tidak saksama dalam memanfaatkan waktu. Mereka yang beruntung adalah mereka yang beriman, meyakini sepenuh hati, dan tanpa keraguan sedikit pun dalam dadanya. Dengan tekad bulat serta keteguhan hati yang mantap bahwa satu-satunya Tuhan yang wajib disembah adalah Allah SWT.

Namun, tidak cukup hanya dengan menyatakan beriman. Nilai-nilai keimanan itu harus senantiasa mengejawantah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, di tempat kerja, maupun di mana saja. Nilai-nilai keimanan itu menjelma dalam bentuk amalan-amalan saleh yang dua di antaranya adalah senantiasa saling menasihati dalam menaati kebenaran dan menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ramadhan adalah wahana evaluasi diri apakah kita termasuk golongan orang-orang yang merugi ataukah sebaliknya. Sebab, dalam bulan ini, Allah SWT memotivasi kita bahwa kebaikan kita akan dilipatgandakan. Begitupun sebaliknya, jika kita berbuat buruk, nilai keburukan itu pun akan berlipat ganda. Ditambah lagi, dalam bulan ini terdapat malam kemuliaan (lailatul qadar), di mana malam itu lebih baik dari seribu bulan. Subhanallah!

Setiap orang diberikan waktu yang sama, 168 jam per minggu, 86.400 detik per hari. Namun kenyataannya, setiap kita menghasilkan output yang berbeda-beda dari waktu sama yang kita miliki. Pada umur 20 tahun, misalnya, ada yang sudah menjadi direktur, ada yang mampu menghasilkan ratusan bahkan ribuan buku, ada yang sudah mencapai gelar ini dan itu, ada yang sudah mampu hafal dan paham 30 juz Alquran, dan seterusnya.

Dan sebaliknya, ada pula yang tidak menghasilkan apa pun. Ini adalah kenyataan. Ada yang menghasilkan kebaikan-kebaikan dari waktu yang ada dan ada yang justru menghasilkan keburukan dan kemunduran.

Kita harus sadar bahwa 168 jam tersebut di atas ternyata tidak seluruhnya dapat digunakan untuk hal-hal yang produktif. Setelah dikurangi waktu tidur yang rata-rata mengambil 1/3 waktu hidup kita, tinggal 112 jam. Lalu, dikurangi jam kerja rata-rata 40 jam per minggu, maka tinggal 72 jam per minggu. Pun, dikurangi waktu berkendaraan menuju dan kembali dari pekerjaan (5 hari x 2 jam = 10 jam). Maka, tinggal tersisa 62 jam per minggu yang benar-benar menjadi waktu milik kita yang bebas kita isi sesuai dengan tujuan-tujuan penting kita: untuk beribadah (hubungan vertikal kepada Allah SWT), untuk keluarga, untuk urusan sosial, dan sebagainya. Kecerdasan dalam alokasi waktu ini yang kemudian akan menentukan seberapa beruntungkah kita dalam hidup ini. Wallahu a'lam.

Dimuat di Republika cetak dengan judul Demi Masa.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Abu Hurairah r.a. berkata, "Saya mendengar Nabi bersabda, 'Barangsiapa yang haji (ke Baitullah ) karena Allah, ia tidak berkata porno dan tidak fasik (melanggar batas-batas syara'), maka ia pulang seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya.'"(HR Bukhari)
mukhlis, Friday, 13 January 2012, 14:13

sedikit ralat, atas tulisan Allah satu-satunya Tuhan yang Wajib disembah, Benarnya Satu-satunya Ilah yang Haq untuk disembah.
Syukron

Balas
nursamsi, Wednesday, 10 August 2011, 16:54

smoga kerugian kita,tidak menyurutkan kita untuk selalu bangkit memperbaiki diri.

Balas
Rozzz, Wednesday, 10 August 2011, 09:40

Ya Allah bimbinglah kami menjadi orang-orang yang beruntung duni akhirat. Kami sadar " Laa haula walaa quwwata illa bika"

Balas
lis, Tuesday, 9 August 2011, 13:56

terimakasih sudah diingatkan...

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...