Ketika Hati Galau dan Terasing

Jumat, 08 Juli 2011, 17:13 WIB
Yogi Ardhi/Republika
Ketika Hati Galau dan Terasing
Ustadz Arifin Ilham memberi siraman rohani dalam acara Republika berbagi bingkisan dengan 3.000 anak yatim.

Oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham

Ibnu Mas'ud RA pernah didatangi oleh jamaahnya selepas taklim. "Tempat mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau dan terasing?" seru jamaah.

"Datangilah tempat yang Alquran sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan menyebut Allah dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu di keheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu."

Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, di antara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.

Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istiqamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir. "Tidaklah satu kaum duduk membaca Alquran lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan di hatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah."

Ada banyak hikmah yang didapatkan dengan sering duduk berbaur dalam lautan manusia yang berzikir dan menuntut ilmu.  Inilah yang akan kita dapati dengan menghadiri majelis kebanggaan Allah dan malaikat-Nya itu.

Pertama, ilmu dan pengetahuan kita semakin bertambah. Hal yang tidak bisa dimungkiri adalah sering kali masalah menghimpit kita dan sulit menemukan cara menyikapi dan penyelesaiannya. Boleh jadi lantaran keterbatasan ilmu dan pengetahuan kita. Dengan hadir di majelis ilmu dan zikir, berarti ada upaya pengayaan informasi dan ilmu.

Kedua, iman terjaga dan bertambah kuat. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal." (QS al-Anfal [8]: 2).

Ketiga, tumbuh kecintaan kepada ulama. Rasul bersabda, "Siapa yang memuliakan ulama, kalian memuliakanku dan siapa yang memuliakanku, Allah muliakan dengan surga-Nya."

Keempat, cara paling jitu menghancurkan keangkuhan diri. Saat menegakkan kepala ke atas, melihat para ustaz, bukankah artinya kita mau mendengar dan melihat siapa yang di atas kita.

Ketika merintih dalam doa, maknanya supaya keluhan kita didengar. Itu artinya kita kecil, bodoh dan teramat banyak kekurangan. Karenanya, duduk di majelis zikir dan ilmu, pada gilirannya mampu membekap kesombongan kita.

Kelima, berkumpul dengan orang saleh. Insya Allah, mereka yang hadir di majelis zikir atau ilmu adalah para perindu, pemburu kasih sayang, dan rida Allah. Mereka adalah orang-orang yang ingin hidupnya bermakna dan bahagia dunia akhirat. Nabi SAW bersabda, "Saat orang-orang saleh berkumpul dan menyebut Allah, malaikat mengepakkan sayapnya dan menaungi mereka dengan untaian doa: "Ya Allah rahmati mereka dan ampuni mereka."

 

Tulisan ini dimuat di Koran Repubika Edisi hari ini dengan judul Kekuatan Majelis Zikir dan Ilmu

_____________________________________________________

 Anda ingin BERSEDEKAH pengetahuan dan kebaikan? Mari berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online. Kirim naskah Anda melalui hikmah@rol.republika.co.id.  Rubrik ini adalah forum dari dan untuk sidang pembaca sekalian, tidak disediakan imbalan.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika Koran
Urwah berkata, "Usamah ditanya dan pada waktu itu aku duduk di dekatnya, 'Bagaimana yang dilakukan Rasulullah pada haji wada' ketika beliau berangkat dari Arafah?' Ia menjawab, 'Beliau berjalan sedang (antara cepat dan lambat). Apabila beliau mendapatkan lembah, maka beliau bersegera."(HR Bukhari)
sutriyatno, Jumat, 22 Juli 2011, 07:32

Tunjukan jalan yg lurus dan yg KAU ridhoi ya ROBB.

Balas
raynab, Jumat, 15 Juli 2011, 18:54

mohon izin share...

Balas
diana, Kamis, 14 Juli 2011, 14:08

izin share y bapak/ibu..

Balas
Endan Ginandjar, Kamis, 14 Juli 2011, 06:01

Mohon izin share!

Balas
andung, Rabu, 13 Juli 2011, 00:22

subhanallh....smg allah(swt) sllu melimpahkn rahmatnya pd kita semua
~amin~
*izin share ya akhi/ukhti...©makasih*

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...