Bekerjalah Seperti Kura-kura

Jumat, 17 Juni 2011, 15:22 WIB
tolweb.org
Bekerjalah Seperti Kura-kura
Kura-kura

Oleh: Abi Muhammad Ismail Halim
 

”Bekerjalah seperti kura-kura dan tidak seperti kelinci”,  demikian satu dari 14 prinsip-prinsip inti ”The Toyota Way”.  

Mula-mula agak sulit memahami, apa hubungannya kura-kura dan kelinci dengan Toyota Production System (TPS) yang telah berhasil menghantar Toyota menjadi sebuah perusahaan manufaktur otomotif papan atas, baik dari sisi bisnis maupun kualitas.  

Saat mencoba mencerna penjelasannya, ingatan saya kembali pada sebuah buku cerita kanak-kanak bergambar.  Isinya sangat sederhana, kisah adu lari antara kelinci dan kura-kura.  Yang membuat buku itu menarik, sekaligus ’bernilai’ adalah karena sang pemenang adalah kura-kura, bukan kelinci sebagaimana wajarnya.

Di dalam bukunya, Taichi Ohno, salah seorang kontributor cetak biru atau ”DNA” dari the Toyota Way menjelaskan:  ”Kura-kura yang lamban tetapi konsisten mengakibatkan lebih sedikit pemborosan dan jauh lebih diinginkan daripada kelinci yang cepat dan mengungguli perlombaan dan kemudian berhenti setelah selang beberapa waktu untuk beristirahat.  Toyota Production System hanya dapat direalisasikan jika semua karyawan menjadi kura-kura”.  

Pemimpin-pemimpin Toyota lainnya sering pula mengungkapkan hal yang sama, yang isinya kira-kira adalah  ”Kami lebih suka lambat dan mantap seperti kura-kura daripada cepat dan tersentak-sentak seperti kelinci”.  Demikianlah salah satu filosofi di balik TPS yang kebanyakan berjangkauan jauh ke depan.  Meratakan beban kerja (heijunka) adalah salah satu cara untuk menghindari pemborosan (muda), ketidakseimbangan (mura), dan beban berlebih (muri).

Bagi umat Islam, filosofi di atas bukanlah hal yang terlalu baru.  Di dalam pandangan Islam, setiap peristiwa atau kejadian bukanlah suatu momentum diskrit tanpa konteks, tetapi adalah bagian dari sebuah kesinambungan hidup dan kehidupan, penghubung masa lalu dan masa depan.  Oleh karena itu, hanya orang-orang cerdas (ulil albab) -lah yang dapat memaknai setiap peristiwa dan mengambil pelajaran darinya untuk terus menerus melakukan perbaikan atau peningkatan (continuous improvement = kaizen).

Di dalam beramal (bekerja atau beribadah dalam arti luas), Rasulullah SAW berabad-abad lalu pernah mengajarkan, ”Amal yang paling disukai oleh Allah adalah amal yang dikerjakan terus menerus walaupun sedikit (HR Muttafaqun Alaih)”.  Karena lebih sering mendengarnya dari para kiai, ustadz atau guru agama, maka pikiran kita cenderung membatasinya.  Padahal ada hikmah lain dari sabda Rasul SAW (yang pasti berasal dari wahyu, bukan hawa nafsunya).   Satu di antaranya ditemukan oleh para pendiri dan pemimpin Toyota, yang mungkin belum pernah mengenal Rasulullah SAW apalagi berjumpa dengannya. Wallahu’a’lam

Penulis adalah sahabat Republika di Texas, USA

 

_____________________________________________________

 Anda ingin BERSEDEKAH pengetahuan dan kebaikan? Mari berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online. Kirim naskah Anda melalui hikmah@rol.republika.co.id.  Rubrik ini adalah forum dari dan untuk sidang pembaca sekalian, tidak disediakan imbalan.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Dari Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya kota Madinah itu tanah haram antara 'Air dan Tsaur." (HR Muslim)
asimah, Minggu, 3 Juli 2011, 09:39

kita bisa mengambil hikmah dari cerita yang kita baca, ambil yang baik buang yang jeleknya,

Balas
suwiryo, Senin, 27 Juni 2011, 07:44

Koq nggak bekerjalah seperti onta atau kucing yang diyakini peliharaan Baginda Nabi ya?

Balas
wawan, Rabu, 22 Juni 2011, 11:01

inti dari cerita kura2 vs kelinci adalah konsistensi dan rendah hati serta terus berusaha.
bukan seperti kelinci yang sombong dan gak konsisten

Balas
andre, Sabtu, 18 Juni 2011, 08:56

memangnya lomba antara kelinci&kura2; itu cuma sekali? di banyak lomba sebelumnya kelinci selalu menang.. ITU MORAL DARI CERITA KELINCI VS KURA2 :))

1 Balasan
ndzienaqqash, Selasa, 21 Juni 2011, 22:52

iya memang menurut kebanyakan,
tapi alangkah indahnya sebuah keistimewaan,
termasuk kemenangan emas ini...

supri, Jumat, 17 Juni 2011, 16:08

Sangat setuju dgn prinsip Kura-Kura ini, apalagi Rasulullah sebelumnya sudah menyabdakan hal serupa. Sekarang, bagaimana memunculkan hal ini dikalangan masyarakat kita.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...