Menata Emosi

Kamis, 14 April 2011, 07:49 WIB
Menata Emosi
Shalat

Oleh Amalia Larasati Oetomo


Dalam sebuah peperangan, suatu ketika Khalifah Ali ra berhasil membuat salah satu musuh terjengkang. Saat itu beliau sudah siap menghunus pedangnya untuk memenggal musuhnya. Namun, tiba-tiba sang musuh meludahi wajah Ali ra. Tanpa disangka, beliau tidak jadi membunuh musuh itu, dan pergi begitu saja. Sang musuh menjadi heran dan bertanya-tanya, "Wahai Ali, mengapa engkau tidak membunuhku?" Ali kemudian menjawab, "Aku takut membunuhmu bukan karena Allah, melainkan karena ludahmu yang membuatku marah."

Subhanallah, dengan segala kuasa-Nya, Ali ra memutuskan mengelola emosi negatif dengan berpikir jernih mengenai sebab dan akibat timbulnya rasa marah yang membara.

Menurut penulis buku Psychology of Adjustment, Eastwood Atwater, mengartikan emosi sebagai suatu kondisi kesadaran yang kompleks, mencakup sensasi di dalam diri dan ekspresi ke luar yang memiliki kekuatan memotivasi untuk bertindak.  Emosi terdiri atas emosi positif dan emosi negatif. Gembira, heran, dan takjub adalah bagian dari emosi negatif. Sedangkan marah, benci, ngeri, sedih adalah bagian dari emosi negatif.

Emosi negatif kadang kala menyergap di saat amarah tak tertahan meliputi dengan ganas. Bila hawa amarah telanjur menguasai, maka bersiaplah menghadapi kehancuran diri. Nafsu amarah yang tak terkendali dapat membutakan segala perilaku menjadi di luar ambang batas kenormalan. Sehingga, yang tampak adalah sisi lain kepribadian yang bisa saja menjatuhkan kredibilitas dan martabat seseorang.

Tidak sedikit para petinggi negara jatuh seketika akibat kelalaiannya dalam menata emosi. Bahkan, banyak pula para tokoh budiman yang awalnya disegani menjadi dibenci karena sering lupa menata emosi. Setelah terpuruk, baru menyesal atas segala peristiwa yang telah terjadi.

Padahal, Allah SWT memberikan jaminan yang baik di surga bagi orang yang dapat mengendalikan amarah. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang jika seseorang melakukannya, Allah akan menempatkannya di dalam naungan-Nya, mencurahkan rahmat-Nya, dan memasukkannya ke dalam surga-Nya, yaitu jika diberi rezeki ia bersyukur, jika mampu membalas, ia bisa memberi maaf dan jika marah ia bisa menahannya.”

“Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah SWT kecuali akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR Abu Dawud dengan sanad Hasan).

Amarah adalah salah satu emosi negatif yang perlu diwaspadai, maka dibutuhkan pengendalian diri agar emosi dapat dikelola dengan baik sehingga amarah tidak menjalar merasuki.

Emosi yang tidak terkendali adalah media ampuh bagi setan untuk mengendalikan manusia. Sesungguhnya marah digerakkan oleh setan yang terbuat dari api dan api dipadamkan oleh air. Siapa pun yang sedang marah, segera berwudhu. Wallahu a'lam bishshawab.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika Koran
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Orang yang sedang ihram boleh mencium wewangian, bercermin, dan berobat dengan apa yang biasa ia makan seperti minyak dan samin."(HR Bukhari)
faeruzy arnandi, Senin, 16 Mei 2011, 02:32

insya Allah,mel...coba truz kontrol emosi,,,nice article,mel..

Balas
Diana, Senin, 25 April 2011, 13:05

Sabar itu ga gampang lho...
Apalagi kalau "ego" berperan serta dalam keadaan emosi. Semoga saja dengan adanya nasehat ini kita bisa lebih sabar dan bersabar ya...
Allah S.W.T tentunya tidak akan pernah menyia2kan usaha hamba-Nya bila itu untuk kebaikan dirinya sendiri.....
Insya Allah.......

Balas
suprehono, Senin, 18 April 2011, 14:54

sesungguhnya seseorang yang bisa menahan emosi,sungguh orang tersebut adalah orang yang luar bisa.ayo sedulur2 muslim kelola emosi kita yang positif.

Balas
ihfazhillah, Minggu, 17 April 2011, 16:02

emosi sering di artikan dengan kemarahan. kamu emosi ya? maksudnya kamu marah ya?
nah, ketika marah kita di anjurkan tuk wudlu
dianjurkan pula untuk mengubah keadaan, dari berdiri ke duduk. dari duduk ke berbaring. dari berbaring tuk tidur

Balas
djamaluddin hakam, Sabtu, 16 April 2011, 07:55

setuju dg artikel diatas, beruntung kita sebagai mukmin,punya panduan untuk mengelola emosi. semoga kita mampu menjadi mukmin yang benar-benar bertqwa.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...