Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kewajiban yang Terabaikan (3)

Kamis, 07 Februari 2013, 00:49 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supri
Shalat berjamaah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,-- Ketika kematian menghampiri Sa'id Ibnul Musayyab, tabi'in yang paling alim, salah seorang putrinya menangis. Sa'id berkata kepada putrinya, ''Jangan menangis wahai putriku. Demi Allah, tidaklah muazin beradzan sejak empat puluh tahun lalu kecuali aku di dalam masjid.''

Aidh Alqarni mengisahkan dalam bukunya Sentuhan Spiritual Aidh Alqarni, sejak empat puluh tahun yang lalu muazin mengumandangkan adzan, Sa'id berada di dalam masjid menunggu shalat. Ia menunggu panggilan untuk shalat berjamaah.

Apa yang akan terjadi, seandainya orang pilihan itu tahu bahwa orang-orang yang menentang shalat berjamaah telah menipu dan membuang shalat serta tidak menyempurnakan sujud dan ruku'.

Apa yang akan terjadi, seandainya orang pilihan itu melihat lingkungan yang telah dipadati penduduk, tapi shalat berjamaah tidak dilaksanakan di dalam masjid kecuali hanya satu dan dua baris?

Di manakah enam atau tujuh anak dalam setiap rumah itu? Di manakah para pemuda yang sering terlihat di klub-klub dan stadion serta tempat-tempat keramaian?

Aidh Alqarni mengatakan, kita adalah saksi-saksi Allah di bumi. Kita tidak akan bersaksi kecuali kepada mereka yang shalat bersama kita di masjid lima kali dalam sehari semalam.

Apa arti proklamasi keimanan yang didengungkan oleh sejumlah orang, sementara mereka tidak menghadiri shalat berjamaah?

Para sahabat dulu mengklaim, orang-orang yang menentang shalat berjamaah sebagai orang munafik. Ibnu Mas'ud berkata, ''Engkau telah melihat kami, dan tidaklah menentang (shalat berjamaah) kecuali munafik yang jelas kemunafikannya.''

Di manakah generasi muda? Di manakah para pemuda Islam? Sementara itu, masjid mereka sunyi mengadukan kondisinya kepada Allah SWT.
n

Redaktur : Damanhuri Zuhri
4.189 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...