Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jalan Hidup Salikin (37): Khalwat

Kamis, 03 Januari 2013, 09:38 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Ilustrasi

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar

Bedanya dengan mimpi, halusinasi dalam keadaan sadar (tidak tidur) seseorang dapat “melihat” sesuatu, seperti yang dapat dilihat dalam mimpi.

Kalau dalam mimpi mungkin yang dilihat adalah kenyataan yang sesungguhnya dan dipersepsikan seperti dengan kenyataan tersebut, sedangkan halusinasi jelas-jelas berbeda antara persepsi dan yang dipersepsikannya.

Halusinasi tidak bisa dijadikan referensi dalam menentukan apa pun. Karena, jelas merupakan rekaman keliru yang ditangkap dalam pikiran.

Halusinasi juga berbeda dengan interpretasi kenyataan (delusive perception) yang memberikan persepsi tambahan atau berlebihan terhadap sebuah kenyataan. Misalnya, seseorang mendramatisasikannya dengan memberikan pesan atau isyarat hanya lantaran menyaksikan kilat melintas di hadapannya.

Halusinasi bisa memengaruhi pancaindera, seperti sentuhan rasa, suara-suara halus, penciuman, pendengaran. Termasuk, juga apa yang dikenal di dalam psikologi dengan proprioceptive, equilibrioceptive, nociceptive, thermoceptive, dan chronoceptive.

Halusinasi pendengaran dialami oleh orang-orang paranoid skizofrenia, yang sering kali keliru memersepsikan sebuah kenyataan objektif menjadi persepsi subjektif. Pengaruh obat-obatan, seperti narkoba dan alkohol, juga memicu halusinasi. Halusinasi dalam arti umum bisa disebut bentuk lain dari mimpi.

Dalam Islam, angan-angan berlebihan yang bisa melahirkan mimpi-mimpi kosong (ilusi) sangat tercela. Islam juga melarang mempersepsi-negatifkan orang lain atau mendramatisasi kelebihan-kelebihan orang lain. Karena, kesemuanya bisa melahirkan karakter negatif dan gangguan pikiran serta kejiwaan yang tidak dikehendaki.

Mungkin, itu salah satu sebab mengapa konsep qadha dan qadar mendapat tekanan khusus untuk dapat dijelaskan dan dipahami. Sebab, jika salah memahami dan mempersepsikan konsep hidup maka dampaknya bisa lebih jauh.



Redaktur : Chairul Akhmad
2.325 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...