Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jalan Hidup Salikin (36): Khalwat

Rabu, 02 Januari 2013, 14:27 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Ilustrasi

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar

Mimpi secara umum bisa diartikan sebagai bunga-bunga tidur yang dapat dialami oleh semua orang, siapa pun dia tanpa dibedakan tingkatan kualitas dan prestasi spiritualnya.

Semua orang pernah mengalami mimpi. Namun, tidak semua orang mampu memilah dan memverifikasi jenis dan kualitas mimpi yang dialaminya.    

Mimpi yang umum dialami semua orang bisa muncul dengan sendirinya tanpa melalui proses persiapan apa pun. Kehadiran mimpi seperti ini di dalam tidur tidak bisa diprogram.

Ada kalanya kita membutuhkan isyarat dalam bentuk mimpi untuk meng-clear-kan sebuah persoalan, namun tidak muncul. Terkadang juga, tidak ditunggu, tetapi mimpi itu datang dengan jelas atau samar-samar.

Hal yang mirip dengan mimpi umum seperti ini ialah halusinasi dan ilusinasi. Halusinasi ialah persepsi dalam keadaan sadar dan terjaga terhadap sesuatu sebagai akibat suatu rangsangan dari luar.

Pengalaman halusinasi memersepsikan sesuatu di luar kenyataan objektif. Misalnya, seseorang merasa menyaksikan ada orang-orang yang mengejar-ngejar dan mengancam dirinya, padahal sesungguhnya hanya daun pisang yang melambai-lambai digerakkan angin.

Contoh lain, ia sudah cukup lama menantikan datangnya seseorang, begitu ia melihat sosok yang mirip dengan orang yang ditunggu, langsung dipersepsikan orang yang ditunggunya telah datang. Padahal, orang itu orang lain.

Mungkin, ilusi orang ini sudah sedemikian kuat sehingga ia dengan mudah membayangkan seolah sangat nyata sesuatu yang dipersepsikannya. Padahal, kenyataan objektifnya tidak demikian.

Beberapa penyebab halusinasi yang pernah diteliti, yakni karena psychophysiologic (gangguan struktur otak), psychobiochemical (gangguan neurotransmiter), dan psikologis (misalnya, kolektif memori masa lalu yang amat kuat berpengaruh di dalam diri).

 

Redaktur : Chairul Akhmad
1.602 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...