Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Proteksi dari Penyelahgunaan Narkotika (bagian-1)

Sabtu, 09 Maret 2013, 13:38 WIB
Komentar : 0
Antara/M Risyal Hidayat
Narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Nashih Nashrullah 
   
Sejumlah 5,6 juta penduduk Indonesia terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Muncul kecenderungan kenaikan tingkat pengguna narkoba dari tahun ke tahun. Jumlah ini pun diprediksi akan terus naik.    

Bahkan pada 2015, tingkat kenaikannya bisa mencapai tiga persen. Kondisi ini tak bisa dibiarkan. Apalagi dari total tersebut, didominasi pemakai dari kalangan muda. Bila ini tidak diperhatikan serius, bukan mustahil akan berdampak pada hilangnya satu generasi.
   
Prof Abdullah Qadiri al-Ahdal dalam makalahnya yang berjudul Wiqayat Al-Mujtama’ min Ta’athi Al-Muskirat wa Al-Mukhaddirat menegaskan langkah yang digariskan Islam untuk memproteksi masyarakat ataupun individu dari dampak penyalahgunaan narkoba bisa bersifat personal dan kolegial.
   
Cara paling mendasar untuk menghindari terjerumus dari narkoba ialah bagaimana menanamkan keimanan yang kuat. Keyakinan yang kokoh di diri seseorang akan memunculkan rasa takut dan kontrol.

Iman yang tak tergoyahkan itu senantiasa ‘menghadirkan’ Allah SWT di setiap tindakan. Dengan demikian, seorang Muslim semestinya akan berpikir seribu kali saat hendak mengonsumsi barang haram tersebut.
   
Mendatangkan kesadaran akan kehadiran-Nya itu memang bukan perkara gampang. Ini bisa dilakukan antara lain dengan memaknai hakikat dan tujuan ritual ibadah. Ibadah tak cukup hanya dengan menunaikan rukun dan syaratnya.
   
Lebih dari itu, ibadah membuahkan hasil yang maksimal, seakan-akan Tuhan senantiasa mengawasi hamba-Nya, atau jika tidak minimal yang bersangkutan merasa Sang Khaliq tak henti-hentinya mengawasi.

“Iman tersebut menjadikan Muslim terjaga dalam koridor-Nya,”kata cendekiawan Muslim asal Pakistan, Syekh Abu al-A’la al-Maududi.   
   
“ Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [3]: 29).
   
Iman tersebut seyogianya, kata Prof al-Ahdal, harus memberikan energi dahsyat terhadap lingkungan sekitar. Ini menciptakan proteksi yang membentengi entitas sekitar dari serangan penyalahgunaan zat adiktif tersebut.
n


Redaktur : Damanhuri Zuhri
1.054 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...