Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ketika Istri Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan (1)

Selasa, 16 Oktober 2012, 13:32 WIB
Komentar : 0
wordpress.com
Pasangan suami-istri (ilustrasi).
Pasangan suami-istri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Permasalahan dalam rumah tangga sering dipicu dari urusan ranjang yang tidak beres antara suami-istri.

Banyak pertanyaan dalam keluarga Muslim, apakah boleh seorang istri menolak ajakan suaminya untuk berhubungan dengan alasan yang dianggap tidak berdasar?

Apakah ada penetapan dan batas-batas tertentu mengenai hal ini, serta apakah ada petunjuk-petunjuk yang berdasarkan syariat Islam untuk mengatur hubungan kedua pasangan, terutama dalam masalah seksual tersebut?

Menurut Syekh Yusuf Al-Qardhawi, masalah hubungan antara suami-istri mempunyai pengaruh amat besar bagi kehidupan mereka.

Maka hendaknya memerhatikan dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kesalahan dan kerusakan  terhadap  kelangsungan  hubungan suami-istri. Kesalahan yang  bertumpuk  dapat mengakibatkan kehancuran bagi kehidupan keluarganya.

Agama Islam dengan nyata tidak mengabaikan segi-segi dari kehidupan manusia  dan  kehidupan  berkeluarga, yang telah diterangkan tentang perintah dan larangannya. Semua telah tercantum dalam ajaran-ajaran Islam, misalnya mengenai akhlak, tabiat, suluk, dan sebagainya. Tidak ada satu hal pun yang diabaikan (dilalaikan).

Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor.

Oleh karena itu, Islam melarang bagi orang yang hendak menghilangkan dan memfungsikannya dengan cara menentang orang yang berkehendak untuk selamanya menjadi bujang dan meninggalkan sunnah Nabi SAW, yaitu menikah.

Nabi SAW telah menyatakan dalam sabda beliau, "Aku lebih mengenal Allah daripada kamu dan aku lebih khusyuk kepada Allah daripada kamu. Tetapi aku bangun malam, kemudian aku tidur. Aku berpuasa dan aku juga berbuka. Aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak senang (mengakui) sunahku, maka dia bukan termasuk golonganku."




Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Fatawa Al-Qardhawi
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Inter Milan Gasak Stjarnan
MILAN -- Inter Milan tumbangkan Stjarnan dengan skor teak 6-0 dalam play-off second leg Liga Eropa di Stadion San Siro,  Jumat (29/8). Inter yang...