Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Talak, Perkara Halal yang Dibenci Allah? (1)

Rabu, 19 September 2012, 13:11 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa penulis Islam masa kini dalam membicarakan masalah talak mengacu pada hadis masyhur yang berbunyi, "Perkara halal yang dibenci Allah adalah talak."

Namun, sebagian ulama yang mempelajari ilmu hadis mengatakan bahwa hadis tersebut dhaif. Mereka menjumpai isnad-isnad lain yang dijadikan argumen bahwa Islam melarang (tidak menyukai) talak.

Bagaimanakah pensahihan hadis tersebut secara sanad dan dilalahnya? Apakah ada penjelasan dan dalil-dalil lain dari Alquran dan As-Sunnah yang mendukung pendapat tidak disukainya talak dalam Islam? Kemudian apakah ada kaidah-kaidah syarak yang menguatkannya?

Hal inilah yang ditanyakan kepada Syekh Yusuf Qardhawi dalam kumpulan Fatwa Kontemporer-nya. Mengenai hadis tersebut, Qardawi menyebutkan bahwa hadis itu diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, dari hadis Muharib bin Dattsar dari Ibnu Umar secara marfu.

Abu Daud dan Baihaqi juga meriwayatkan hadis ini secara mursal, tanpa melalui Ibnu Umar. Abu Hatim, Ad-Daruquthni dalam “Al-ilal”, dan Baihaqi menguatkan kemursalan hadis ini.

Hadis ini terdapat dalam kitab Ibnul Jauzi, “Al-Ilal Al-Mutanahiyah”, dari Ibnu Majah. Hadis ini dinilai dhaif karena terdapat nama Ubaidillah bin Al-Walid Al-Washafi, seorang perawi yang lemah.

Ibnu Hajar dalam “At-Talkish” berkata, “Ia (Ubaidillah) tidak sendirian dalam meriwayatkannya, tetapi diikuti oleh Ma’ruf bin Washil. Hanya saja yang meriwayatkan secara maushul (dari Ubaidillah) ialah Muhammad bin Khalid Al-Wahbi.”

Menurut Qardhawi, mengenai Muhammad bin Khalid ini, Al-Ajiri mengutip perkataan Abu Daud bahwa Muhammad bin Khalid tidak dhaif/ lemah. Ibnu Hibban memasukkannya ke dalam kelompok orang-orang terpercaya. Bahkan, Daruquthni menilainya, “Tsiqah (dapat dipercaya).”





Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Fatawa Al-Qardhawi
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...