Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Orang yang Menyimpang dari Kebenaran (1)

Wednesday, 05 September 2012, 13:24 WIB
Komentar : 1
hauzahmaya.ir
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam Alquran Allah SWT berfirman, "Adapun al-qaasithun (orang-orang yang menyimpang dari kebenaran), maka mereka menjadi kayu bakar bagi neraka Jahanam. Dan bahwasanya jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (QS. Al-Jinn: 15-16).

Apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan “al-qaashithun” (orang-orang yang menyimpang dari kebenaran) dalam ayat tersebut?

Syekh Yusuf Qardhawi dalam fatwa kontemporernya menjelaskan tentang hal ini. Ayat yang tercantum dalam Surah Al-Jinn tersebut turun tatkala serombongan jin mendengar Alquran yang dibacakan Nabi SAW.

Setelah mendengarkan ayat-ayat tersebut, mereka kembali kepada kaumnya seraya berkata, “... sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.“ (QS. Al Jinn: 1-2).

Sebenarnya mereka tidak semuanya beriman, sebagaimana pengakuan mereka, "Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada pula al-qaasithun. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun al-qaasithun, maka mereka menjadi kayu bakar bagi neraka Jahanam.” (QS. Al-Jinn: 14-15).

Lafal al-qaasith sama artinya dengan al-ja'ir, azh-zhaalim, yaitu orangyang menyimpang, menyeleweng, atau aniaya. Ia menyimpang dan menyeleweng dari keadilan. Jadi, Al-qaasith merupakan kebalikan dari al-muqsith. Al-muqsith berarti al-adil, yaitu orang adil. Allah SWT mencintai al-muqsithin dan membenci al-qaasithin.

Lafal muqsith berasal dari fi’il madhi aqsatha, sedangkan kata qaasith berasal dari fi’il madhi qasatha. Tambahan hamzah pada permulaan lafal tersebut dapat menimbulkan perbedaan makna yang sangat jauh, bahkan kontradiktif. Kata aqsatha bermakna adala (adil), sedangkan qasatha bermakna zhalama (zalim).







Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Fatawa Al-Qardhawi
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tahun 2015 MLS Bertabur Bintang
WASHINGTON DC -- Setelah David Beckham bermain di MLS selama tahun hingga 2012, Thierry Henry yang masih bermain hingga saat ini, tahun 2015...