Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Action Speak Louder Than Words: Berdakwahlah dengan Teladan

Selasa, 18 September 2012, 06:36 WIB
Komentar : 8
Midori ISC
Kajian Midori Sangat Spesial (KMSS) yang menghadirkan para aktivis gerakan dakwah di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, Assalamu’alaikum Wr Wb

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Pernah pada suatu kesempatan Moro seniman nyentrik yang cukup cerdas kebingungan di Tokyo ibu kota Jepang. Awal cerita, ketika sehabis makan di salah satu resto di gedung Theater of Tokyo, kami tidak bisa membuang bekas makanan kami ke tempat sampah karena tidak ada satupun informasi yang bertuliskan huruf Latin, semua dalam tulisan Kanji.

Di resto itu hanyalah kami dan para pramusaji yang sangat tidak bisa berbahasa Inggris, dan kami pun jauh dari mengerti bahasa Jepang. Tetapi kemudian Moro berdiri dengan memegang baki yang berisi piring-piring dan bekas makanan, dan berusaha memeriksa satu-persatu isi tempat sampah tersebut.

Dengan sigap seorang pramusaji mengambil baki makanannya memberikan isyarat kepada kami semua untuk memperhatikan. Dan tanpa satu patah katapun dia mencontohkan dimana makanan basah dibuang, makanan kering, lalu piring kotor, mangkuk dan juga sumpit beserta garpu sendoknya.

Memang seringkali komunikasi tidak memerlukan kata-kata, juga arahan bahkan lebih jauh lagi nasihat. Dia hanya memerlukan tanda-tanda penerang, rambu-rambu seperti rambu lalu lintas, seperti ayat-ayat yang mengatur. Yang semestinya mempunyai satu niat, upaya dan kesepakatan yang sama dari dua pihak atau lebih untuk menata kehidupan ini. Karena itu dalam konteks kasus di atas “Action speak louder than words”.

Begitu pula halnya mengenai dakwah atau ajakan untuk menegakkan kebenaran, beberapa juru dakwah ada yang terjebak pada dakwah lisan semata. Sementara khalayak ramai membicarakan tentang perilaku kesehariannya. Karena itu perlulah meluruskan niat, lisan dan perilaku. Agar khalayak tidak mempersalahkan Islam yang sempurna, agar risalah tetap terjaga.

Seperti sebuah riwayat yang menuturkan bahwa dahulu ada seorang kafir Quraisy yang selalu meludahi Rasulullah SAW tatkala beliau lewat di depan rumahnya menuju Ka’bah. Peristiwa itu berlangsung setiap saat ketika Rasulullah SAW melintasi rumah orang kafir itu.

Suatu ketika Rasulullah SAW melintas seperti biasanya, tetapi saat itu tidak ada ludah yang mendarat di wajah beliau. Sekembali dari ibadah Rasulullah SAW mencari tahu dimana gerangan orang yang suka meludahinya itu berada.  Ketika mendengar orang itu sakit, Rasulullah SAW bergegas menjenguk orang yang sangat membencinya itu. Sang kafir itu pun terenyuh, bingung, sekaligus bahagia tatkala melihat Rasulullah SAW datang menjenguknya. Di luar dugaan, orang yang awalnya sangat membenci Rasulullah seketika menjadi sangat cinta kepadanya.

Dalam Al Quran disebutkan beberapa metoda dakwah yang pada prinsipnya merujuk kepada surah An Nahl ayat 125. Metode pelaksanaan dakwah ada 3 yaitu dakwah dengan kebijaksanaan, dakwah dengan memberikan pelajaran yang baik, dan dakwah dengan membantah atau berdebat dengan cara yang baik. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-NYA dan dialah yang mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An Nahl, 16 : 125)

“Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran, maka cegahlah dengan tangannya (kekuasaan), apabila tidak mampu maka dengan lidahnya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari sumber tersebutlah maka menghasilkan metoda-metoda yang merupakan operasionalisasinya yaitu dakwah dengan lisan, tulisan, seni, bil-hal dan sebagainya.
Merujuk pada ayat ; “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al Ahzab, 33 : 21).

Ayat inilah yang seharusnya menjadi pedoman bagi setiap juru dakwah termasuk saya, Anda dan kita semua. Karena setiap dari kita wajib berdakwah atau mengajak, saling mengingatkan dalam kebenaran. Dan semoga kita semua mampu berdakwah dengan menjadi contoh baik dalam berperilaku seperti judul yang kita angkat di atas “action speak louder than words”. Insya Allah

Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ustadz Erick Yusuf: Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)       
@erickyusuf 
erickyusuf@yahoo.com

Redaktur : Heri Ruslan
7.495 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  santi Senin, 1 Oktober 2012, 10:14
alhamdulilah,mks ustadz.kita harus meningkatkan toleransi terhadap sesama umat manusia
  tanto Senin, 24 September 2012, 14:54
semoga pemimpin-pemimpin kita banyak action jgn cuma OMDO=omong doang di TV
  kaka Kamis, 20 September 2012, 06:46
yaa kami lebih perlu bukti bukan cuma ucapan dan janji
  merubetiri Rabu, 19 September 2012, 10:28
cool subhanallah semakin byk ustaz yg luas wawasannya
  ismet ariyadi Selasa, 18 September 2012, 17:58
Artikel yang mencerahkan. Semoga banyak tulisan yang senada sehingga mampu menggugah kesadaran untuk segera beramal sholeh dilandasi rasa ikhlas mencari ridho ilahi, Amien Yaa Robbal 'Aalamien.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...