Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tahajud Call

Rabu, 27 Juni 2012, 11:37 WIB
Komentar : 10
blog.uns.ac.id
Shalat khusyuk (ilustrasi).
Shalat khusyuk (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Istilah ini saya pinjam dari kang Ayi dan sohib-sohib kelompok tahajud call bandung, yang Alhamdulillah pernah mengikuti training iHAQi pada waktu yang lalu.

Pada saat itu saya sangat terkesima dengan niat dan upaya dari para sahabat tahajud call yang dengan istiqomah mengajak anggotanya untuk selalu “qiyam” atau berdiri di tengah malam menegakkan shalat.

“Dan pada saat itu perasaan kita seperti sedang melaksanakan shalat malam bersama ribuan sahabat tahajud call di seluruh pelosok di Bandung” ujar kang Ayi. Subhanallah. Salam dan barakalloh untuk seluruh sahabat tahajud call.

Jika kita bahas, sholat malam sangat tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT. Sebagaimana ayat, “Dan pada sebahagian malam bershalat tahajudlah kamu sebagai suatui badah tambahan bagimu, mudah-mudahan TuhanMU mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra, 17 : 79)

Terdapat beberapa keutamaan sholat malam. Di antaranya:

Pertama, dapat mengangkat derajat hamba mencapai kedudukan yang terpuji, sebagaimana ayat di atas. “..Mudah-mudahan TuhanMU mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Kedua, sholat malam merupakan sholatnya orang-orang yang shaleh. Dinyatakan dalam sebuah hadits, “Semoga Allah menjadikan kalian dapat melaksanakan sholat seperti sholat yang dilaksanakan oleh orang-orang yang sholeh. Mereka melaksanakan sholat pada malam hari dan berpuasa pada siang hari. Mereka tidak termasuk bagian dari penguasa dan orang-orang yang durjana.” (HR. Bukhari)

Ketiga, merupakan shalat sunnah utama setelah sholat fardhu. Rasulullah SAW bersabda, “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah sholat yang dilakukan di keheningan malam.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i)

Keempat, sebagai sarana melebur dan mencegah dosa serta mencegah penyakit. Sebagaimana Rasulullah SAW menyatakan, “Hendaklah kalian menjalankan sholat malam karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Ia merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah, pelebur keburukan, pencegah dosa dan pengusir penyakit.” (HR. Ath Thabrani dan Al Hakim)

Kelima, sholat malam membangkitkan semangat beramal kebaikan keesokan harinya. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setan suka memasang pada ujung kepala seorang dari kamu bila mana dia tidur tiga ikatan tali. Pada setiap tali tertulis kalimat “Bagimu malam yang panjang maka tidurlah”.

Bila dia bangun dan berdzikir kepada Allah lepaslah satu ikatan; bila dia berwudhu lepaslah satu ikatan dan bila dia mendirikan sholat lepaslah satu ikatan. Maka jadilah dia orang yang semangat dan memiliki jiwa yang bersih. Bila tidak (melakukan yang tadi) maka dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shaleh)”.

Keenam, sholat malam adalah salah satu jalan menuju syurga. Dari Abu Hurairah, aku berkata, “Ya Rasulullah beritahu aku sesuatu yang bila aku melakukannya atau mengerjakannya aku masuk surga”.  Beliau bersabda, “Sebarkanlah salam, berilah (orang lain) makan, jalin hubungan rahiim (silaturahiim), tegakkanlah shalat pada waktu malam sementara manusia sedangtidur, pasti kamu masuk surga”.

Itulah beberapa di antara fadilah atau keutamaan sholat malam, namun untuk melaksanakannya dibutuhkan kemauan yang  kuat dan niat yang tulus. Tetapi betapapun beratnya semoga kita semua dapat menunaikannya sebagaimana orang-orang shaleh yang selalu mendawamkan sholat malam, dan semoga kita termasuk golongan orang-orang  yang tersenyum ketika malam datang, karena Insya Allah kita akan berdiri nanti menegakkan shalat malam bersama sahabat-sahabat tahajud kita di seluruh pelosok dunia ditemani bulan dan bintang serta penduduk malam. Barakallah.

Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Ustaz Erick Yusuf: Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)

Twitter: @erickyusuf

Redaktur : Heri Ruslan
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...