Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mencetak Pengusaha Muslim

Jumat, 15 Juni 2012, 19:23 WIB
Komentar : 1
eciputra.com
Sampul depan buku Spiritual Entrepreneurship Quotient (SEQ).
Sampul depan buku Spiritual Entrepreneurship Quotient (SEQ).

REPUBLIKA.CO.ID, Mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim ternyata belum mampu menghadirkan entrepreneur (pengusaha) yang andal. Padahal, sepanjang sejarah Islam dimulai, para pengusaha telah lahir dan menorehkan tinta emasnya dalam sejarah dunia.

Rasulullah SAW tercatat dalam sejarah sebagai seorang pengusaha. Begitu pula dengan para sahabat, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan sebagainya.

Kedudukan pengusaha dalam sebuah negara sangat penting. Merekalah yang menggerakkan roda perekonomian sehingga mendorong kemajuan. Tetapi, gejala yang saat ini muncul banyak pengusaha yang merasa kosong jiwanya dan kehilangan makna hidup.

Mereka merasa hidupnya tidak bahagia walaupun semua pencapaian kesuksesan menurut ilmu pengetahuan modern telah mereka raih. Kondisi ini membuat banyak pengusaha mulai mencari makna dan tujuan hidup yang lebih tinggi (greater meaning and purpose) dengan berusaha mendalami kecerdasan spiritual dan menerapkan nilai-nilainya.

Kecerdasan spiritual adalah yang kita pakai untuk merengkuh makna, nilai, tujuan terdalam, dan motivasi tertinggi. Kecerdasan ini adalah cara untuk menggunakan makna, nilai, tujuan, dan motivasi itu dalam proses berpikir, apa saja keputusan yang kita buat dan perbuatan seperti apa yang patut kita lakukan.

Dalam buku ini, penulis menjabarkan tentang kiat-kiat menjadi pengusaha Muslim yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Sebagai seorang pengusaha Muslim, penulis menyadari betapa pen tingnya nilai-nilai spiritual diterapkan dalam dunia usaha.

Bahkan lebih jauh, spiritual entrepreneurship harus disandarkan pada ajaran agama sebagai wujud dari rasa tanggung jawab kita kepada Tuhan (responsibility to God). Seorang pengusaha harus menyadari dalam setiap usaha terdapat campur tangan Sang Khalik. Untuk itu, sudah seharusnya para pengusaha menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan mempraktikkannya dalam kehidupan berbisnis.

Menurut penulis, ada beberapa poin penting dalam spiritual entrepreneurship quotient (SEQ) yang harus dimiliki oleh para pengusaha. Antara lain orientasi mengejar akhirat. Seorang pengusaha Muslim harus menyadari kenikmatan tertinggi yang Allah SWT berikan di dunia hanyalah satu bagian dari nikmat-Nya. Sedangkan, sisanya, Allah tahan dan akan di berikan kepada orang-orang beriman di surga. Karena itu, seorang pengusaha Muslim harus memiliki orientasi mengejar akhirat.

Karena itu, buku ini perlu dibaca oleh mereka yang sedang merintis atau membangun usaha serta mereka yang sudah lama menekuni profesi ini.

Judul         : Spiritual Entrepreneurship Quotient (SEQ)
Penulis     : DR H Muhammad Syahrial SE
Penerbit  : Lentara Ilmu
Cetakan   : IV, Februari 2012
Halaman  : xi+290 halaman


Reporter : Anjar Fahmiarto
Redaktur : Chairul Akhmad
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
1 Muharram, Momentum Hijrah Secara Mental
JAKARTA -- Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1436 H tidak lepas dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa besar...