Selasa , 24 February 2015, 07:42 WIB

Alquran Sebagai Pembeda

Rep: Dyah Meta Ratna Novia/ Red: Agung Sasongko
Republika/Rakhmawaty La'lang
Pengenalan baca Alquran di Bundaran HI HI, Jakarta Pusat, Ahad (4/12).
Pengenalan baca Alquran di Bundaran HI HI, Jakarta Pusat, Ahad (4/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) KH. Athian Ali mengatakan, remaja harus dibentengi akidahnya sebab remaja suka mencari dan mencoba segala sesuatu yang baru. Padahal saat ini jeratan aliran sesat mengintai di mana-mana.

Remaja banyak yang kurang memahami soal aliran sesat. "Memang ada kelemahan dalam dakwah selama ini yang  hanya seputar Alquran sebagai  al-Huda atau petunjuk padahal Alquran juga berfungsi sebagai  pembeda," kata Athian, Senin, (23/2).

Alquran sebagai pembeda ini untuk menunjukkan antara  yang  hak dengan yang bathil, haram dengan halal, juga yang benar maupun yang sesat. "Alquran sebagai pembeda belum disampaikan secara menyeluruh," kata dia.

Agar remaja maupun anak-anak tidak terjerat aliran sesat, gerakan muslimat ANNAS sedang melakukan pendekatan kepada pemerintah agar guru-guru agama dibekali dan diberi training untuk mengajarkan murid-muridnya agar mereka terhindar dari aliran sesat. Sebab saat ini di Indonesia terdapat  ratusan aliran sesat meski ada yang sudah tidak aktif