Kaukus AIPA Diharapkan Berikan Solusi Konflik ASEAN

Selasa , 18 Jul 2017, 17:58 WIB
Penyelenggaraan AIPA Kaukus ke-9.
Foto: Dok Humas DPR RI
Penyelenggaraan AIPA Kaukus ke-9.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sidang Kaukus Antar-Parlemen ASEAN atau ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke-9 yang berlangsung di Indonesia merupakan salah satu upaya memperkuat kerja sama parlemen se-Asia Tenggara. Penyelenggaraan tersebut juga membahas penanganan persoalan yang bisa menjadi potensi konflik di kawasan tersebut.

 

DPR RI menjadi tuan rumah untuk pertemuan kaukus tahun ini. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat yaitu mengenai kerja sama maritim, perdamaian, dan peradaban di ASEAN.

Politikus dari Partai Gerindra ini mengatakan hingga kini masih terjadi beberapa persoalan yang dihadapi negara ASEAN seperti misalnya sengketa laut, narkoba, hingga perdagangan manusia. Diharapkan hasil sidang AIPA ini mampu memberikan solusi bagi persoalan tersebut di masing-masing negara.

 

Di ASEAN, Indonesia salah satu negara yang 80 persen adalah kawasan maritim. "Ini mempunyai potensi besar untuk hal positif seperti perdagangan, di sisi lain juga ada potensi konflik terkait sengketa seperti di Laut Cina Selatan yang punya dampak langsung di ASEAN,” kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (18/7).

 

Negara se-Asia Tenggara berkomitmen bekerja sama menangani berbagai persoalan tersebut. Masalah penyelundupan narkoba, kata dia, selalu terjadi melalui laut dan juga perdagangan manusia. "Di ASEAN, kita mempunyai prinsip untuk bekerja sama  perbaikan dalam menangani persoalan yang bisa menjadi potensi konflik tersebut,” kata Fadli. Dia berharap akan terjadi sinkronisasi dalam mencari solusi dalam berbagai persoalan di ASEAN.

 

Sekretaris Jenderal AIPA, Isra Sunthornvut, berharap pertemuan ini mampu menghasilkan kesepakatan yang mampu mendorong kemajuan di Asia Tenggara. Dia pun berterima kasih kepada Indonesia yang telah menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan sidang AIPA Caucus ke-9 ini.